Beranda Satelit Depok Dendeng Patin Ida Zubaedah : Omset Rp15 Juta per Bulan, Pemasaran Hingga Kalimantan

Dendeng Patin Ida Zubaedah : Omset Rp15 Juta per Bulan, Pemasaran Hingga Kalimantan

0
Dendeng Patin Ida Zubaedah : Omset Rp15 Juta per Bulan, Pemasaran Hingga Kalimantan
SUKSES : Ida Zubaedah bersama Istri Walikota Depok, Elly Farida saat pameran UMKM di Balaikota Depok. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
SUKSES : Ida Zubaedah bersama Istri Walikota Depok, Elly Farida saat pameran UMKM di Balaikota Depok. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Ida Zubaedah memproduksi Dendeng Patin sejak Maret 2019 di rumahnya Wisma Harapan 2 Blok H2 No. 14 RT 3/20, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Lewat usahanya ini, ibu dua orang anak ini mampu meraup omset Rp15 Juta per bulan.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Memulai bisnis memang bukan sesuatu pekerjaan yang mudah. Apalagi bisnis yang berkaitan dengan makan. Kepercayaan konsumen menjadi hal yang utama.

Ida Zubaedah menciptakan produk dendeng patin sejak Maret 2019. Ia menciptakan produk ini, karena ingin menyajikan makanan dari bahan ikan tanpa ribet dengan durinya. Produk ini didapatkan dari hasil uji terap yang diberikan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP).

Awalnya hanya cari cara agar lebih asik makan ikan, namun karena produknya ini terbilang unik dan langka akhirnya langsung booming dan laris di pasaran.

Wanita 41 tahun ini memproduksi di kediamannya, di Perumahan Wisma Harapan 2 Blok H2 No. 14 RT 3/20, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Dalam seminggu, ia memproduksi sekitar 24 kilogram, dimana sekali produksi minimal enam kilogram olahan patin. Sedangkan, proses pengeringannya pun tak main-main, ia menggunakan oven agar lebih higienis dan terjaga suhunya.

“Jadi dendeng tidak dijemur dibawah matahari, tetapi kita memakai oven pengering agar lebih terjaga kualitasnya. Karena kalau dijemur matahari bisa terkena debu, lalat atau kotoran yang lainnya,” ucap Owner Dendeng Patin Iwakula, Ida Zubaedah.

Walaupun terbilang usaha baru. Namun, omset yang didapat tak main-main. Dalam sebulan ia mampu meraup omset Rp 15 Juta. Dan saat ini produknya sudah dipasarkan ke luar daerah, seperti Kalimantan, Sulawesi, Bali, Batam dan lainnya.

“Harapan kedepannya agar dendeng patin ini bisa bangun pabrik, bisa export dan bisa menjadi oleh-oleh icon khas kota Depok. Karena selama ini belimbing yang menjadi khasnya,” lanjutnya.

Untuk harga harga juga tak perlu khawatir, perslice dibandrol dengan harga Rp 25 ribu, sedangkan kemasan premium isi tiga Rp100 Ribu. Cukup terjangkau bukan, dengan harga yang ditawarkan kita bisa memakan olahan ikan dengan cara yang berbeda. (*)

 

Editor : Pebri Mulya