Di Depok, Ondel-Ondel Masih Diburu

In Metropolis
MENGAMEN : Pengamen ondel-ondel saat mengamen di kawasan Kecamatan Sukmajaya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Meski telah banyak penolakan terhadap pengamen ondel-ondel di Kota Depok, namun aksi tersebut masih marak terjadi. Meski begitu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok terus melakukan penertiban terhadap pengamen ondel-ondel.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Depok, Linda Ratnanurdianny mengatakan, penertiban tersebut didasari atas Surat Edaran Walikota Depok tentang larangan ondel-ondel menggunakan anak serta perda tentang Penertiban.

“Surat edaran walikota untuk ondel-ondel lebih pada pelarangan eksploitasi anak. Dan Itu ranahnya di DPAPMK yang melakukan pembinaan, Sementara ondel-ondel dan pengamen yang ada di Jalan baru urusan Satpol PP,” kata Lienda.

Bahkan selama penertiban pihaknya tetap menemukan anak di bawah umur yang menjadi pemain ondel-ondel. “Iya sering penertiban oleh patroli 24 jam dan kami temukan memang ada anak dibawah umur dan kita serahkan ke DPAPMK,” ungkapnya.

Selanjutnya pemain ondel-ondel yang sering ditemukan berasal dari Sukmajaya dan luar Depok. “Kalau pengamen lebih banyak luar Depok asalnya Bojong Gede,” tuturnya.

Sementara Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak (KLA) DPAMK Kota Depok, Yulia Oktavia menyayangkan pengamen ondel-ondel di Kota Depok.

“Mereka punya hak belajar, sekolah, dan bermain. Jadi kalau di usia mereka sudah mencari nafkah, berarti orang tuanya harus dievaluasi bagaimana caranya beriteraksi dan mendidik anak,” papar Yulia.

Yulia meminta masyarakat untuk tidak memberikan uang. Sebab, hal tersebut sama saja mendukung aktifitas mereka dan akan mendarah daging untuk si anak. Sehingga, semangat sekolah menurun.

“Kalau sudah bisa cari uang sendiri pasti akan malas sekolah, apalagi belajar,” ungkapnya.

Lebih jauh, Yulia menuturkan, lebih baik anak-anak memiliki komunitas untuk mereka mengasah kemampuan dan bertukar ide dengan anak lainnya. Tapi, tempat dan waktunya bisa diatur secara rutin.

“Yang penting tidak mengganggu jam sekolah mereka, dan jangan di pinggir jalan. Kita berikan anak-anak wadahnya,” tukasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu