Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Aparat kepolisian telah turun tangan menyelidiki teror ‘ambil ginjal’ yang dilakukan pria tidak dikenal kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 02 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan. Polisi menduga, motif pelaku hanya untuk menebarkan ketakutan saja.

Bagaimana teror tersebut agar tidak terjadi di Kota Depok? Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengingatkan, seluruh elemen pendidikan mulai dari guru hingga orang tua tetap tenang dan terus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Thamrin mengaku, belum mendengar adanya kabar teror ginjal tersebut yang terjadi di Tangsel. Selain itu, sejauh ini belum ada laporan yang ia terima terkait hal itu.

“Saya sebetulnya gak mau berkomentar terkait hal ini, karena saya sendiri belum tahu ancamannya seperti apa. Saya khawatir akan menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi masyarakat,” ucap Thamrin kepada Radar Depok, Rabu (20/11).

Meski begitu, ia mengimbau kepada seluruh pihak baik guru maupun orang tua siswa tetap memperhatikan anak–anak mereka selama di sekolah, maupun di luar sekolah agar terhindar dari segala ancaman dalam bentuk apapun.

“Kalau perhatian dan pengawasan memang harus terus diberikan kepada anak–anak didik, agar tidak salah pergaulan dan terhindar dari tindak kejahatan,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Sabam Jalungun mengaku sempat was–was dengan adanya isu teror ginjal yang diberitakan beberapa media mainstream. Namun, dirinya selalu mengawasi putrinya yang saat ini duduk di kelas empat SD.

“Ada rasa takut sih, tapi mudah–mudahan di sini gak ada kaya gitu,” ujarnya.

Dia menambahkan, guna memastikan putrinya selalu aman saat berada di lingkungan, dia rutin mengantar jemput putrinya saat bersekolah.

“Saya setiap hari antar jemput putri saya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya