Beranda Politika Diskusi Publik Balon PKS : Dibagi Dua Titik, Tiga Balon Walikota Adu Gagasan

Diskusi Publik Balon PKS : Dibagi Dua Titik, Tiga Balon Walikota Adu Gagasan

0
Diskusi Publik Balon PKS : Dibagi Dua Titik, Tiga Balon Walikota Adu Gagasan
DISKUSI : Tiga Balon Walikota Depok saat diskusi publik yang diselenggarakan DPC PKS Sukamajaya di Kedai Kopi Kita Jalan M. Yusuf, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (2/11). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
DISKUSI : Tiga Balon Walikota Depok saat diskusi publik yang diselenggarakan DPC PKS Sukamajaya di Kedai Kopi Kita Jalan M. Yusuf, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (2/11). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Diskusi Publik Bakal Calon (Balon) Walikota Depok hasil Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira) DPD PKS Kota Depok terus berlanjut. Sabtu (2/11), giliran DPC PKS Kecamatan Sukmajaya yang menjadi tuan rumah.

Laporan : Ricky Juliansyah.

RADARDEPOK.COM – DPC PKS Kecamatan Sukmajaya, menggelar dialog publik dan debat balon Walikota Depok. Dialog publik sendiri akan dibagi menjadi dua titik, kali ini tiga balon tersebut, yakni Farida Rachmayanti, Supariyono, dan Hafid Nasir. Sedangkan Imam Budi Hartono, dan Amri Yusra akan dihadirkan di dialog publik pekan depan.

DPC PKS Sukmajaya mengadakan diskusi publik di Kedai Kopi Kita Jalan M. Yusuf, Kecamatan Sukmajaya. Agenda tersebut sebagai panggung gagasan balon walikota, untuk mengemukakan gagasannya secara langsung kepada warga.

“Ketiga balon ini memaparkan visi, misi, membagikan flyer profile mereka kepada warga yang hadir. Kemudian ada sesi tanya jawab, jadi warga yang datang bisa bertanya langsung,” kata Ketua DPC PKS Sukmajaya, T.A Mufti.

Warga yang datang tidak hanya kader. Tetapi, juga masyarakat umum. Masyarakat bisa mengorek langsung apa yang akan dikerjakan, jika ketiga kandidat ini menjadi pemimpin di Depok.

“Di Depok sendiri hanya PKS yang mengadakan dialog publik seperti ini. Disini juga ada pendidikan politiknya, karena PKS ingin semua belajar politik yang egaliter,” terang Mufti.

Balon Walikota Depok dari PKS sendiri ada lima. Namun, sambung Mufti, untuk lebih efisien dibagi menjadi dua sesi. “Pak Imam Budi Hartono, dan Pak Amri Yusra nanti ditanggal 9 November,” tandasnya.

Sementara, salah satu Balon Walikota dari PKS, M. Supariyono mengungkapkan, jika ia menjadi pemimpin di Depok, maka semua rumah ibadah akan memiliki IMB. Bahkan, dirinya akan meminta Pemkot Depok untuk jemput bola.

“Semua rumah ibadah harus punya IMB. Jangan mereka yang datang, tapi pemerintah yang mendatangi,” pungkas Supariyono. (*)

 

Editor : Pebri Mulya