Beranda Metropolis DLHK Kota Depok Gelorakan Program Kampung Iklim

DLHK Kota Depok Gelorakan Program Kampung Iklim

0
DLHK Kota Depok Gelorakan Program Kampung Iklim

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perubahan kualitas kenyamanan di sekitar lingkungan tempat tinggal, mulai jelas dirasakan jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun silam.

Yang paling kentara, perubahan kualitas tesebut ditandai antara lain dengan adanya suhu udara yang cenderung terasa lebih panas, musim kemarau dan musim hujan yang ritmenya berubah-ubah, kualitas udara maupun air bersih yang cenderung mengalami penurunan.

Hal tersebut tak lain merupakan dampak dari adanya perubahan iklim global. Iklim dunia secara menyeluruh sedang mengalami kerusakan sebagai konsekuensi dari aktivitas manusia.

Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan konsentrasi gas-gas yang menghalangi pantulan energi sinar matahari dari bumi, yang menyebabkan peningkatan efek rumah kaca dan mengakibatkan bumi menjadi lebih panas.

Oleh karena proyeksi dampak bencana alam ke depannya yang akan semakin besar, sudah saatnya manusia mulai ambil bagian dalam upaya pengendalian peningkatan perubahan iklim.

Telah banyak program penanggulangan perubahan iklim yang digaungkan oleh Pemerintah sebagai upaya pengendalian dampak, mulai dari pengesahan regulasi serta inisiasi program dengan skala nasional maupun skala mikro.

Kebijakan Pemerintah terkait perubahan iklim dibuktikan dengan dikeluarkanya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim).

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mulai menunjukan respon yang nyata terhadap adanya isu global ini.

Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati menjelaskan, berbagai macam strategi dan kegiatan telah diupayakan oleh DLHK Kota Depok baik secara langsung maupun tidak langsung

“Menjadi perwujudan pengendalian perubahan iklim tersebut,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Dijelaskannya, salah satu program kegiatan yang secara kontinyu dilaksanakan adalah Program Kampung Iklim (ProKlim). Program ini merupakan salah satu program berlingkup nasional, yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK). “Rujukannya, Peraturan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Nomor: P.1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim,” jelasnya.

Ety menuturkan, adanya ProKlim sebagai upaya meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.

“Kampung Iklim adalah lokasi yang berada di wilayah administratif paling rendah setingkat rukun warga atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa, atau wilayah yang masyarakatnya telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan,” bebernya.

Adaptasi perubahan iklim, jelasnya, adalah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyesuaikan diri terhadap dampak perubahan iklim, termasuk keragaman iklim dan kejadian iklim ekstrim. Sehingga potensi kerusakan akibat perubahan iklim berkurang.

Kemudian, sambungnya, peluang yang ditimbulkan oleh perubahan iklim dapat dimanfaatkan, dan konsekuensi yang timbul akibat perubahan iklim dapat diatasi. Misalnya, penghematan air, penghematan listrik, peresapan air hujan, dan penanaman vegetasi. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro, Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya