Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad
Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPRD Jawa Barat terus mendorong agar Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka diminati masyarakat untuk dijadikan destinasi keberangkatan atau kedatangan turis domestik maupun mancanegara.

Seperti disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H.M Hasbullah Rahmad, pihaknya melakukan kunjungan dengan Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan membahas BIJB Kertajati.

“Di sana, kami meminta agar BIJB Kerjati bisa memberangkatkan umrah pada pertengahan Desember 2019 dan Insha Allah di 2020 bisa memberangkatkan haji,” kata Hasbullah kepada Radar Depok, Kamis (14/11).

Hasbullah yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Jabar ini mengungkapkan, kini Pemkot Jabar dan pemerintah pusat bersama-sama mendorong agar sarana prasarana penunjang bandara dibangun.

“Termasuk kami meminta pemerintah pusat ada percepatan penyelesaian Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) dari Bandung ke Majelengka,” papar Bang Has, sapaannya.

Sebab, jika Tol Cisumdawu beroperasi, sambung politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, maka akan memudahkan akses serta memperpendek jarak tempuh ke BIJB Kertajati yang berjarak sekitar 68 kilometer dari Kota Bandung.

“Itu pasti akan memangkas waktu perjalanan dari Bandung ke Majalengka. Bisa jadi hanya 60 sampai 90 menit. Tentu BIJB Kertajati akan menjadi tujuan kedatangan dan keberangkatan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” sambungnya.

Ia meyakini, pengembangan bandara terbesar kedua di Indonesia ini akan berdampak positif pada perekonomian Jabar. Bahkan, Pemprov Jabar berencana mengembangkan kawasan sekitar bandara menjadi Aerocity.

“Akan dikembangkan pusat-pusat bisnis di sana. Keberadaan bandara akan meningkatkan perokonomian di daerah sekitar seperti di Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan Majalengka,” ujarnya.

Sarana dan prasarana penunjang bandara harus diwujudkan. Sebab, lanjut Bang Has, untuk mengantisipasi Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng yang kedepannya akan overload. Kemudian, pertumbuhan lalu lintas udara di Jabar sudah tidak terakomodir oleh Bandara Husein Sastranegara.

“Maka BIJB Kertajati adalah pilihan bijaksana,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya