Beranda Ruang Publik FFUP Berikan Pelatihan Cuci Tangan Kepada Siswa SDIT Izzati Depok  

FFUP Berikan Pelatihan Cuci Tangan Kepada Siswa SDIT Izzati Depok  

0
FFUP Berikan Pelatihan Cuci Tangan Kepada Siswa SDIT Izzati Depok   

 

Oleh:

Moordiani, Siti Umrah Noor, Nurita Andayani, Fahleni, dan Yuslia Noviani

Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP)

 

BANYAK cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan, salah satunya dengan cuci tangan. Namun masih banyak orang yang malas melakukan tindakan positif ini, apalagi dengan sabun.

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah cara yang sederhana, mudah, murah dan bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit. Sebab, ada beberapa penyakit penyebab kematian yang dapat dicegah dengan cuci tangan yang benar, seperti penyakit Diare dan ISPA yang sering menjadi penyebab kematian anak-anak. Demikian juga penyakit Hepatitis, Typhus, dan Flu Burung.

Tangan adalah anggota badan yang banyak digunakan untuk melakuan berbagai kegiatan sehari-hari termasuk makan, minum, menyiapkan makanan, serta memberi makan anak atau bayi. Tangan yang selalu bersih dan sehat akan mencegah kita dari serangan berbagai penyakit, utamanya penyakit menular. (KemKes, 2015)

Dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) yang jatuh pada tanggal 15 Oktober, Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (FFUP) turut andil dengan memberikan pelatihan cuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun kepada seluruh siswa SDIT IZZATI yang berlokasi di Tanah Baru Depok. Sebanyak 230 siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 SDIT IZZATI dengan antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai sejak jam 13:00 WIB hingga 15:00 WIB.

Kepala SDIT IZZATI, Ibu Lia Leonita, S.Pd., menyampaikan sambutan dan apresiasi yang sangat baik kepada tim dosen dan mahasiswa FFUP atas kegiatan yang dilakukan. CPTS penting ditanamkan sejak usia dini untuk menciptakan kehidupan yang sehat terutama anak-anak dari kelompok usia sekolah agar mereka benar-benar melakukan CTPS dengan air bersih yang mengalir, sebagai suatu gerakan masyarakat.

Adapun waktu cuci tangan adalah 1) sebelum menyiapkan makanan, 2) setiap kali tangan kotor seperti: setelah memegang uang, binatang, berkebun, setelah buang air besar, setelah menceboki bayi/anak, 3) setelah menggunakan pestisida/insektisida, dan 4) sebelum menyusui bayi. (KemKes, 2015).

Pada kesempatan ini, dilakukan juga pengenalan terhadap profesi apoteker kepada seluruh siswa SDIT IZZATI. Pengenalan profesi perlu dilakukan sejak usia dini untuk memperkaya wawasan mereka dan dapat dijadikan pilihan profesi ketika dewasa nanti. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, lingkungan masyarakat dan sekolah memiliki andil besar dalam mengenalkan profesi kepada anak-anak.

Apoteker merupakan salah satu bagian dari tim pelayanan kesehatan profesional yang bekerja di suatu farmasi, baik farmasi rumah sakit atau industri farmasi. Berfokus pada efektivitas serta keamanan penggunaan obat, seorang apoteker memiliki tugas untuk mendistribusikan obat-obatan. Selain itu, seorang apoteker juga bertugas dalam menyeleksi obat-obat yang masih dapat digunakan dan obat kadaluarsa. Apoteker juga bisa membantu dalam pemilihan obat yang tepat dalam kaitannya dengan indikasi, dosis, cara pakai, efek samping, tentunya mempertimbangkan kondisi pasien masing-masing.

SDIT IZZATI berharap agar setelah kegiatan ini, FFUP dapat terus memberikan pelatihan-pelatihan yang bersifat edukatif kepada siswa secara berkelanjutan. (*)