harga kebutuhan pokok di pasar
BERAKTIFITAS : Pedagang beraktifitas di lapak dagangnya di Pasar Agung, Jalan Proklamasi Raya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
harga kebutuhan pokok di pasar
BERAKTIFITAS : Pedagang beraktifitas di lapak dagangnya di Pasar Agung, Jalan Proklamasi Raya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Memang Natal dan Tahun Baru masih lama. Tapi kemarin, sejumlah bahan pokok di sejumlah pasar tradisional sudah terkerek naik. Seperti ayam misalnya, kini harganya menyentuh Rp55-Rp60 ribu. Padahal sebelumnya, hanya Rp45 ribu. Selain ayam, telur juga naik. Terbaru, harganya sudah Rp26 ribu perkilonya.

Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Depok Jaya, Anton (42) mengungkapkan, sejauh ini belum ada kenaikan yang signifikan untuk kebutuhan dapur.

“Cabe juga masih stabil, paling baru bawang merah aja yang sudah mengalami kenaikan. Yang awalnya Rp32 ribu perkilonya, sekarang mencapai Rp37 ribu,” ucapnya kepada Radar Depok, Jumat (29/11).

Selain itu, untuk ayam sudah mengalami kenaikan dari beberapa hari lalu. Menurut Hermawan (53) walaupun tidak terlalu jauh kenaikannnya.

“Untuk ayam, memang haganya suka naik turun. Tetapi, saat ini harga ayam perekor mencapai Rp50 ribu hingga Rp55 Ribu dari harga awal Rp45 ribu,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk ayam yang dijual kiloan juga mengalami sedikit peningkatan. Dari Rp20 ribu perkilo saat ini menjadi Rp22 ribu perkilonya.

Penjual telur, Rohmadi juga mengeluhkan naiknya harga telur ayam yang sudah terjadi sekitar dua hari lalu.

“Telur ayam juga lagi naik, yang awalnya Rp21 ribu perkilo saat ini mencapai Rp26 ribu. Pengiriman nya juga lagi susah, sudah dua hari tidak ada pengiriman,” keluh Rohmadi.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, tak hanya di Pasar Depok Jaya saja. Di pasar Agung pun beberapa kebutuhan ikut mengalami peningkatan menjelang Natal dan pergantian tahun.

Salah satu penjual ayam, Nawawi mengungkapkan, untuk harga ayam sudah mulai merangkak naik. Dan bisa dipastikan sampai menjelang natal harga ayam akan terus naik. “Saat ini, untuk ayam satu ekornya menjadi Rp60 ribu yang awalnya hanya Rp45 ribu,” ujar Nawawi.

Sedangkan untuk harga daging sapi, Taufiq mengungkapkan, tidak akan ada kenaikan, karena dari tahun ketahun menjalang natal dan tahun baru harga daging selalu stabil. Daging hanganya normal, yaitu Rp120 ribu perkilonya. Ini tidak akan mengalami peningkatan.

“Selama berpuluh-puluh tahun saya berjualan daging, jika menjelang natal dan tahun baru belum pernah ada peningkatan, tidak seperti menjalang idul Fitri yang dapat naik hingga Rp150 perkilo,” singkatnya.

Penjual bumbu dapur di Pasar Agung, Intan mengungkapkan, baru beberapa bahan mengalami kenaikan, selebihnya masih dalam kondisi normal. Paling hanya bawang merah dan tomat yang sudah mengalami peningkatan. Untuk bawang merah yang awalnya Rp35 ribu saat ini menjadi Rp40 ribu perkilonya. Tomat dari Rp10 ribu menjadi Rp13 ribu perkilonya.

Intan pun membenarkan, harga telur dapat dikatakan naik cukup tinggi dari beberapa hari lalu. Dari yang awalnya perkilo hanya Rp20 ribu saat ini sudah mencapai Rp25 ribu. “Semoga sih tidak akan meningkat lagi sampai akhir tahun,” harapnya.

Terpisah, pedagang sayur di Pasar Tugu, Yeni Sukiati mengungkapkan, selama 25 tahun berjualan sudah biasa adanya kenaikan harga di hari raya. Contohnya, bawang merah seharga Rp 20.000 menjadi Rp40.000 perkilonya, cabai rawit merah seharga Rp25.000  menjadi Rp50.000 perkilonya.

“Ini memang biasa terjadi saat menjelang  hari raya contohnya hari Natal. Karena cabai asalnya dari daerah, otomatis saat libur trasportasi  dan pasokan menjadi jarang, sehingga harga pun naik,” tutur perempuan berumur 40 tahun tersebut.

Di Pasar Cisalak pun mengalami hal serupa. Bawang merah dengan harga awal Rp28.000 menjadi Rp32.000 perkilonya. Cabai rawit merah seharga Rp35.000 menjadi Rp40.000 perkilonya.

“Tidak hanya itu, kenaikan juga terjadi pada jahe dengan harga awal  Rp35.000 menjadi Rp 40.000 perkilo nya, begitu juga dengan kencur dari Rp40.000 perkilo menjadi Rp50.000,” ucap Sopan Ginting (47), yang merupakan pedagang sayur di Pasar Cisalak.

Berbeda dengan naiknya harga bumbu masak,  harga daging  cenderung  bertahan  di nominal  Rp110.00 perkilonya. Pedagang daging di Pasar Tugu,  Ajo Sunarja (27), hal tersebut dikarenakan kurangnya minat pembeli daging saat natal.

Menimpali hal ini, Kepala Bidang perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, Anim Mulia mengatakan, kenaikan tersebut diakibatkan beberapa faktor. Misalnya harga telur naik diakibatkan tingginya permintaan pasar karena di musim Natal dan tahun baru ini, kebanyakan masyarakat akan membuat kue.

“Telur memang naik, tapi kenaikannya kecil, biasanya karena permintaan pasar lagi banyak,” katannya, Jumat (29/11).

Di menjelaskan, selain karena momen hari raya dan pergantian tahun. Kenaikan juga bisa disebabkan gagal panen yang dialami petani, sehingga sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga. “Cabai, bawang dan lain – lain itu faktor utamanya karena gagal panen makanya naik. Tapi saat ini harganya masih cenderung stabil, ” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar harga bahan pokok tetap stabil dengan melakukan sejumlah program. Seperti membuat pasar murah di berbagai wilayah dan melakukan pemantauan rutin ke setiap pasar. “Kita punya UPT di setiap pasar yang bertugas memantau harga-harga agar bisa stabil,” benernya.

Dia meminta kepada warga, agar jangan sungkan untuk melakukan tawar menawar saat berbelanja di pasar agar mendapatkan harga yang paling murah. “Pasar kan tempatnya tawar menawar,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Pebri Mulya