Ini Bukti Kalau PDI Perjuangan Perang Dingin dengan Nasdem

In Politika
PERANG DINGIN : Sikap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang tidak menyalami Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh saat keduanya menghadiri pelantikan anggota DPR RI beberapa waktu lalu di Gedung MPR, Jakarta. FOTO : ISTIMEWA

 

JAKARTA – PDI Perjuangan dan Partai Nasdem dinilai sedang perang dingin. Hal itu diungkapan Pengamat politik Alfarisi Thalib berdasarkan hasil pengamatan dari gelagat politik akhir-akhir ini.

Hal itu dimulai dari sikap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang tidak menyalami Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh saat keduanya menghadiri pelantikan anggota DPR RI beberapa waktu lalu di Gedung MPR, Jakarta.

Kemudian dilanjutkan pernyataan Presiden Jokowi mempertanyakan makna pelukan dan pertemuan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman dan terakhir pernyataan Surya Paloh. Bahkan pada kongres Partai NasDem beberapa waktu lalu, dalam sambutannya Surya mengatakan ada partai yang merasa paling pancasilais, tetapi enggan merangkul dan tak mau bersalaman dengan teman sendiri.

“Dapat diamati secara sangat jelas bahwa antara PDIP dengan Nasdem sedang terlibat perang dingin. Dapat dibaca melalui gimik dan gestur politik kedua ketua umum parpol itu, Megawati dan Surya Paloh,” ujar Alfarisi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Studies ini memprediksi, perang dingin kedua partai telah berlangsung sejak Jokowi ditetapkan sebagai pemenang Pemilu 2019 oleh KPU, dan mulai melakukan penyusunan kabinet Jilid II.

“Nah, dalam penyusunan kabinet ini menjadi puncak konflik interest, antara kehendak Megawati sebagai ketua umum PDIP yang mengusung Jokowi dengan partai koalisi yang merasa bekerja lebih besar,” katanya.

Alfarisi memprediksi, perang dingin tersebut didasari adanya perebutan jumlah jatah kursi menteri, perebutan pos kementerian dan sikap PDIP yang membuka pintu bagi Partai Gerindra bergabung dalam koalisi.

“Saya kira rangkaian ini menjadi beberapa polemik kedua ketua umum partai itu,” katanya.

Alfarisi memperkirakan puncak kejengkelan Surya Paloh saat Mega melakukan pertemuan dengan Prabowo di Jalan Teuku Umar, sehingga Surya mengambil langkah yang tidak kalah strategis dalam menciptakan isu.

Surya diketahui mengundang Gubernur DKI Anies Baswedan dan melakukan pertemuan di kantor Partai Nasdem di Gondangdia. “Sebaliknya, puncak kejengkelan Megawati adalah dengan tidak mau bersalaman dengan Paloh. Dengan gimik dan gestur tersebut, terlihat sangat jelas bahwa antara mereka sedang terjadi perseteruan,” pungkas Alfarisi. (jpnn/rd)

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu