Isu Larangan Bercadar : Depok Singgung HAM  

In Utama
Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aparatur Negeri Sipil (ASN) Kota Depok, yang menggunakan celana cingkrang dan cadar masih bisa santuy alias santai. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, memastikan larangan cadar dan celana cingkrang yang dihembuskan Menteri Agama Fachrul Razi, merupakan hak asasi manusia (HAM) dalam berpakaian.

WaliKota Depok, Mohammad Idris menyebut, mempertimbangkan larangan ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang. Dia menilai cara berpakaian adalah hak asasi manusia.

“Cadar dan celana cingkrang adalah hak asasi seseorang yang seharusnya dilindungi oleh negara,” ucap Idris selepas menghadiri Rapat Paripura di Gedung DPRD Kota Depok, Senin (4/11).

Semestinya, kata walikota, aturan harus dilihat dari segi manfaat ke masyarakat. Jadi, bila ada yang menyusahkan, maka dibuat aturan untuk memudahkan. “Apakah efektif dan bermanfaat atau tidak. Kalau saya melihatnya aturan yang dibuat manusia bisa dipertimbangkan, kalau peraturan Tuhan sudah ada maslahatnya,” jelasnya.

Idris menerangkan, belum ada aturan yang melarang ASN menggunakan cadar dan celana cingkrang. Dia mengingatkan yang paling penting adalah kerapian dalam berseragam selama bertugas.

“Yang penting rapi dan menyesuaikan warna seragam sesuai aturan dari pemerintah pusat, dan tidak ada pembatasan termasuk jilbab juga enggak ada larangannya,” bebernya.

Dia menegaskan, cara berpakaian hak seseorang asalkan tidak menganggu orang lain. Dia mencontohkan seorang wanita yang memilih menggunakan celana pendek adalah hak asasi. Tapi, ketika dikenakan di luar rumah tentu menganggu masyarakat. “Begitu juga dengan masalah cadar, itu hak asasi. Namun apakah menganggu? Misalkan saat pemeriksaan identitas, tentu harus dibuka,” jelasnya.

Idris mengaku, tetap mengikuti setiap arahan dari pemerintah pusat bila aturan keluar secara resmi. Dia mengungkap sesekali terdapat ASN perempuan yang bercadar di balaikota. “Kalau mereka menutupi wajah dari debu. Sedangkan celana cingkrang itu penting, terutama saat musim hujan lebih aman,” terangnya.

Masih di Balikota Depok, Sekretaris Daerah (Sekda) Depok, Hadiono mengatakan dengan singkat, sampai saat ini belum ada perintah dari Pusat untuk Kota Depok dalam melarang pegawainya mengenakan celana cingkrang ataupun cadar. “Belum ada perintah dari Pusat,” kata sekda.

Senada dengan Hardiono, Sekretaris BKPSDM, Mary Liziawati mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum tahu pasti apakah ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengenakan celana cingkrang maupun cadar. “Soalnya kita belum pernah membuat larangan, jadi belum melakukan pendataan,” bebernya.

Menurutnya, hingga saat ini dia belum pernah melihat ada ASN yang mengenakan cadar maupun celana cingkrang di lingkungan Balaikota Depok. “Di Balaikota setahu saya tidak ada ya, tapi kalau pakai cadar di luar kantor mungkin ada,” tuturnya.

Terpisah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo melarang ASN di Kementerian yang dipimpinnya mengenakan cadar. Aturan ini bersifat wajib bagi ASN di kementeriannya.

“Kalau di saya (Kemenpan RB setiap ASN) wajib jangan pakai cadar. Begitu keluar kantor mau pakai cadar silakan, dia sebagai warga negara bebas,” ujar Tjahjo.

Tjahjo menegaskan, masing-masing kepala daerah, pimpinan lembaga dan Kementerian memiliki hak untuk mengatur pegawainya. Termasuk mengatur tata cara berpakaian ketika sang pegawai itu sedang berada di kantor.

“Kalau di Kemenpan RB ada seragam putih, kalau hari-hari nasional (pakai) Korpri, ada baju yang lain, gitu saja. Hanya kalau di kantor bagi saya ya, ya jangan pakai cadar dong. Kalau pakai cadar ya di luar kantor, silakan,” tuturnya.

Kemenpan RB, kata Tjahjo, sepakat dengan pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Menurutnya, Menag Fachrul hanya ingin merapikan instalasi Kementerian Agama, sehingga muncul wacana untuk melarang pegawainya mengenakan cadar.

Sebelumnya, Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan, ASN yang mengenakan celana cingkrang tidak sesuai aturan. Meski tak bisa dipersoalkan dari segi agama, Fachrul menyebut celana cingkrang melanggar aturan berpakaian ASN. “Misal ditegur celana kok tinggi begitu? Kamu enggak lihat aturan negara bagaimana? Kalau enggak bisa ikuti aturan keluar kamu,” kata dia.(rd/jwp)

 

Aturan Pakaian ASN Menurut UU :

1. Aturan pakaian ASN diatur dalam Perpres No.71 Tahun 2018

Peraturan ini lebih spesifik mengatur pakaian ASN saat acara resmi seperti upacara, acara kenegaraan, dan lainnya.

 

2. Pakaian sehari-hari diatur kementerian atau lembaga

Untuk pakaian ASN sehari-hari aturannya juga tertuang dalam Perpres No. 71 Tahun 2018 Pasal 4 ayat 5 yang menyebutkan, aturan tersebut diatur oleh masing-masing lembaga atau kementerian.

Berikut bunyi Pasal 4 ayat 5 Perpres No.71 Tahun 2018:

– Pakaian sipil harian atau seragam resmi sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (2) ditetapkan oleh Kementerian/lembaga.

 

3. Peraturan pakaian ASN di Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah

Diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Dalam Negeri dan pemerintah daerah.

Berikut aturan penggunaan pakaian sehari-hari ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri serta Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota :

(1) Penggunaan pakaian dinas di lingkungan Kementerian
Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah
Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud Pasal 2:
a. Hari Senin dan Selasa menggunakan PDH warna
khaki;
b. Hari Rabu menggunakan PDH Kemeja Warna Putih,
celana/rok hitam atau gelap;
c. Hari Kamis dan Jumat menggunakan PDH
Batik/Tenun/Pakaian khas daerah

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun di Depok

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu