Beranda Pendidikan Komite Sekolah dan SDIT Al Fatih Kolaborasi Gelar Parenting

Komite Sekolah dan SDIT Al Fatih Kolaborasi Gelar Parenting

0
Komite Sekolah dan SDIT Al Fatih Kolaborasi Gelar Parenting
PENDIDIKAN : Narasumber, Febriya Fajri sedang memberikan materi dalam kegiatan Parenting yang diadakan Komite Sekolah dan SDIT Al Fatih di Gedung Sekarpeni, Minggu (03/11). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
PENDIDIKAN : Narasumber, Febriya Fajri sedang memberikan materi dalam kegiatan Parenting yang diadakan Komite Sekolah dan SDIT Al Fatih di Gedung Sekarpeni, Minggu (03/11). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SDIT Al Fatih mengadakan kegiatan parenting di Gedung Sekarpeni, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (03/11). Dalam kegiatan yang diadakan sejak pukul 08.00 WIB tersebut, membahas tentang ‘Mendidik Anak di Era Milenial, dengan narasumbernya adalah Febriya Fajri.

Kepala SDIT Al Fatih, Diah Lestari mengatakan, kegiatan parenting tersebut diinisasi oleh Komite Sekolah dan Koordinator Kelas lalu bekerjasama dengan SDIT Al Fatih. Jadi kegiatan ini berasal dari orang tua dan untuk orang tua, dan parenting tersebut dihadiri oleh ratusan orang tua.

“Komite Sekolah dan Koordinator Kelas di SDIT Al Fatih sangat  aktif dalam kemajuan dunia pendidikan di sekolah,” ucapnya  kepada Radar Depok, Minggu (03//11).

Diah menjelaskan, sekarang ini anak-anak sudah terbiasa dengan gadget, dan itu seperti sesuatu yang tidak bisa lepas. Tidak hanya sekedar kaya manfaat, tetapi gadget juga berpengaruh tidak baik untuk anak. kebebasan atau keterbukaan segala informasi, tentunya harus menjadi perhatian orang tua.

“Anak-anak bisa menyerap informasi yang banyak dari gadget, bahkan bisa lebih banyak ketimbang guru atau orang tuanya,” katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Yayasan Al Fatih Cendikia, Agustina Wulandari menjelaskan, mendidik anak tugas bersama ayah dan ibu, serta jadi tugas berjamaah juga dengan guru. Tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja, harus ada sinergi dari dua pihak tersebut. Karena, mendidik anak adalah mempersiapkan sebuah generasi yang menjadi pengisi bangsa Indonesia di masa depan.

“Bukan tentang hanya seorang anak saja, tetapi tentang seperti apa orang yang akan mengisi masa depan bangsa Indonesia,” katanya.

Sementar itu, dalam materi yang disampaikan Febriya Fajri dijelaskan, orang tua harus memahami proses tumbuh kembang anak yang berbeda-beda tiap individunya. Potensi dan bakat setiap anak berbeda-beda, dan penanganannya pun berbeda-beda. Orang tua jangan memaksakan hal-hal yang tidak dikuasai anaknya, tetapi terlebih dahulu mengetahui tentang kemampuan anaknya.

“Orang tua jangan membandingkan anak yang satu dengan anak yang lainnya, karena bakat setiap anak berbeda-beda. Pengasuhan anak, harus ada kolaborasi yang baik antara ayah dan ibu, karena keduanya memiliki peran yang berbeda dan penting,” terangnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya