Beranda Metropolis Komunitas Depok Gue : Lahir Dari Kegelisahan, Sumbangkan Ide Lewat Diskusi (1)

Komunitas Depok Gue : Lahir Dari Kegelisahan, Sumbangkan Ide Lewat Diskusi (1)

0
Komunitas Depok Gue : Lahir Dari Kegelisahan, Sumbangkan Ide Lewat Diskusi (1)
PEDULI DEPOK: Anggota Komunitas Depok Gue berfoto usai diskusi membahas permasalahan Kota Depok. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
PEDULI DEPOK : Anggota Komunitas Depok Gue berfoto usai diskusi membahas permasalahan Kota Depok. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Depok dikenal sebagai kota permukiman, sebab banyak warga yang menetap di kota ini tetapi bekerja di Jakarta dan sekitarnya. Sehingga Depok hanya dijadikan sebagai tempat singgah saja. Inilah yang menggugah sekelompok warga Depok yang tergabung dalam komunitas Depok Gue untuk menghapus stigma tersebut.

Laporan: Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Dua orang pengurus komunitas Depok Gue tampak berbincang – bincang di lantai dua smoking room sebuah café di kawasan Ruko Verbena, Grand Depok City.

Secangkir kopi hitam dan segelas es teh manis menemani mereka membahas permasalahan sosial, ekonomi, dan politik yang ada  di Depok. Mereka adalah Sandi Hanafiah dan Dewi.

Sandi Hanafiah mengatakan, komunitas Depok Gue merupakan tempat berkumpulnya warga Depok yang memiliki kepedulian terhadap kondisi kotanya.

“Komunitas ini lahir karena kegelisahan terhadap segudang permasalahan sosial yang hingga saat ini belum bisa dituntaskan. Padahal di Depok banyak orang–orang besar di luar pemerintahan. Tapi tidak pernah terlihat mau membantu mengatasi permasalahan sosial yang ada di Depok,” kata inisiator komunitas Depok Gue ini.

Sambil menuangkan gula pasir ke dalam cangkir kopinya, Sani, sapaanya menjelaskan dengan adanya komunitas ini, dia dan kawan–kawannya ingin mengajak warga Depok untuk memiliki rasa peduli dengan kotanya juga warganya dan membuang jauh rasa apatis.

“Kita hidup di Depok jangan hanya sekedar numpang tidur, tetapi fikirkan juga kemajuan kota ini. Minimal kita memberikan sumbangsih pemikiran bagi kota ini,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Depok Gue, Dewi mengatakan, komunitas mereka juga fokus pada kehidupan berbudaya di Depok yang dianggap sudah tergerus oleh modernisasi.

“Depok ini juga punya kultur yang beragam. Sebab ada dua budaya yang menonjol di sini yaitu Sunda dan Betawi,” kata Dewi.

Dewi menambahkan, pihaknya juga memberikan sorotan khusus atas menjamurnya pengamen ondel – ondel di Depok. Bagi mereka, pengamen ondel–ondel merupakan tindakan ekploitasi budaya yang berdampak negatif bagi budaya itu sendiri.

“Ondel–ondel itu sakral. Gak sembarangan dikeluarkan hanya untuk acara tertentu saja. Sekarang ondel–ondel hanya dihargai gope saja. Maka dari itu, kami ingin Pemkot Depok turun tangan untuk mengatasi masalah ini,” bebernya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya