Beranda Satelit Depok Mantan Karyawan Bank, Banting Stir jadi Pengusaha Dendeng Vegan : Beromset Rp32 Juta Per Bulan

Mantan Karyawan Bank, Banting Stir jadi Pengusaha Dendeng Vegan : Beromset Rp32 Juta Per Bulan

0
Mantan Karyawan Bank, Banting Stir jadi Pengusaha Dendeng Vegan : Beromset Rp32 Juta Per Bulan
INSPIRATIF : Weny Joni (32), saat menunjukan produk dendeng vegan yang terbuat dari daun singkong, dirumahnya, perumahan Bella Casa blok I2, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Jumat (29/11). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
Kuliner Dendeng Pucuak Ubi
INSPIRATIF : Weny Joni (32), saat menunjukan produk dendeng vegan yang terbuat dari daun singkong, dirumahnya, perumahan Bella Casa blok I2, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Jumat (29/11). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

Meski sudah menjadi pegawai bank ternama, Weny Joni memutuskan resign setelah melahirkan anak keduanya. Ia pun memcoba peruntungan di usaha kuliner, empat bulan berjalan, Dendeng Vegan dari daun singkong inovasi Weny berbuah manis. Pasalnya, dalam sebulan, ia meraup omset fantastis, yakni Rp32 Juta per bulan.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Wanita 32 tahun yang tinggal di Bella Casa blok I2, Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya. Sebelumnya, bekerja di salah satu Bank ternama selama bertahun -tahun. Ketika ia melahirkan anak keduanya, ia berfikir untuk resign dan fokus untuk mengurus anaknya saja.

Namun, dua tahun resign, Weny merasa bosan dengan rutinitas begitu-begitu saja. Lantas,  ia mencoba berbagai hal baru. Pertama, ia mencoba berjualan pakaian, namnun banyak rintangan dan hambatan yang ia jalani. Dari berjualan di bazar, tetapi tidak ada yang beli sama sekali.

Rasa sedih pun tak bisa ia pungkiri. Namun, ia terus mencari cara agar ia memiliki aktifitas lain sebagai ibu rumah tangga.

Setelah melaksanakan ibadah Umrah, akhirnya Weny  memutuskan beralih ke Dendeng Vegan dari daun singkong. Awalnya, ia mencoba memasarkan kepada kerabat dan tetangganya saja, tetapi ia melihat ada peluang untuk merambah ke penjualan online.

Sebulan pertama, ia memproduksi 10 kilogram dendeng. Karena peminatnya tinggi, di bulan berikutnya ia memproduksi hingga 50 kilogram seminggu.

Setelah usaha dendeng pucuak ubi ini berjalan empat bulan, Weny sangat tak menyangka bahwa apa yang ia hasilkan melebihi dari yang dirinya targetkan.

“Dendeng daun singkong ini sangat berbeda dengan yang lain, karena lebih renyah dan dilengkapi dengan sambal. Karena memeng, khas padang itu dendeng dimakan bersama sambal,” ucap Weny.

Semua bahan baku yang ia gunakan semua asli dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Jadi, selain lezat dan menyehatkan, tentu dendeng ini memiliki khas yang tidak ditemukan pada dendeng lain.

“Produk saya juga tahan hingga dua bulan, jadi aman untuk di bawa trevelling ataupun umroh. Serta tidak menggunakan MSG sehingga aman untuk dikonsumsi. Dendeng ini lebih renyah dan sudah tidak terlihat tekstur dari daun singkongnya. Sehingga, untuk anak yang tidak suka sayur,” tambahnya.

Hasil kerja keras dan pantang menyerah yang Weny lakukan,saat ini ia mampu meraih omset hingga Rp 32 juta dalam sebulan. Untuk penjualan, selain Jabodetabek juga mencapai, Bandung, Maluku, Papua, Makkasar, dan seluruh Indonesia termasuk ada yang bawa untuk Umroh.

Tak puas sampai di situ, ia sedang berusaha mencari ekspedisi untuk Singapore dan Mayasia demi melebarkan sayapnya.

Ia juga miliki visi kedepan, agar dendeng pucuk ubi ini, dapat diakui UNESCO sebagi dendeng vegetarian terlezat di dunia menyusul rendang yang memang sama-sama dari Sumatera Barat.

Untuk yang vegetarian, tidak suka sayur atau pun suka travelling, ini sangat cocok dibawa kemanapun. Dan tak perlu khawatir, produk ini dijual secara online. (*)

 

Editor : Pebri Mulya