Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelruahan Duren Seribu
SELENGGARAKAN : Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Nurul Hidayah RW4, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kamis (28/11) malam. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelruahan Duren Seribu
SELENGGARAKAN : Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Nurul Hidayah RW4, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kamis (28/11) malam. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bergema di RW4, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari. Masyarakat RW4 dapat meneladani Akhlak Rasullullah dalam berkehidupan. Peringatan Maulid sebagai mewujud implementasi Kota Depok sebagai Kota Religius.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Masjid Nurul Hidayah RW4, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, dipenuhi jamaah masjid maupun masyarakat RW4. Berbagai macam usia baik tua maupun muda berbaur mengikuti peringatan Maulid yang di isi Ustad Riza Muhammad.

Ketua RW4, Madi mengapresasi masyarakat dan jamaah Masjid Nurul Hidayah meramaikan penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di lingkungan RW4. Peringatan tersebut didasari kecintaan masyarakat RW4 dan jamaah masjid kepada Nabi Muhammad SAW.

“Rasullullah telah mengajarkan tentang Islam sehingga masyarakat merasakan nikmat iman, islam, dan ikhsan,” ujar Madi.

Pria yang mengenakan pakaian muslim tersebut mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi Muhamad tidak hanya sekedar peringatan, namun menambah semangat spiritual masyarakat untuk meningkatkan dan mengalamkan ibadah dalam kehidupan bermasyarakat dengan meneladani suri tauladan Rasulullah.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Peringatan Maulid, Agus Setiawan menuturkan, masyarakat dapat memetik dan mengambil hikmah dari penceramah untuk bekal kehidupan bermasyarakat. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap program dan visi Kota Depok, yakni menjadikan Depok sebagai kota religius.

“Jadikan Maulid Nabi Muhammad sebagai peningkatan nilai ibadah masyarakat,” tutup Agus. (*)

 

Editor : Pebri Mulya