Beranda nasional Menkeu: Milenial Bisa Punah Jika Tak Berubah

Menkeu: Milenial Bisa Punah Jika Tak Berubah

0
Menkeu: Milenial Bisa Punah Jika Tak Berubah
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.

 

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menganggap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim punya prestasi hebat membesarkan gojek. Menurut Sri Mulyani, sosok Nadiem bisa dicontoh kaum milenial. Tingkatkan kualitas SDM jika tak mau punah

Fokus pembangunan SDM, kata Sri Mulyani, tercermin dari APBN, yang anggaran dana terbesarnya untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Terkalkulasikan dalam APBN, belanja kesehatan sekitar Rp 300 triliun, pemberantasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran Rp 230 triliun. Itu semua karena manusia is just important,” kata Menkeu.

Menurutnya, pembangunan SDM menjadi wajib karena kualitas SDM sangat berpengaruh terhadap hasil produksi dan investasi yang masuk. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin baik efisiensi produksi. Hasilnya, rasio investasi terhadap pertumbuhan ekonomi bakal membaik.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini melihat kualitas generasi milenial yang mumpuni sangat dibutuhkan. Untuk itu, sangat penting agar kaum milenial bisa berubah. Kalau tidak, nasibnya bisa seperti dinosaurus yang punah.

Menkeu mengatakan, generasi muda identik dengan kaum yang sering merealisasikan idenya ke dalam suatu aksi.

Dirinya pun mengungkapkan, salah satu generasi muda yang patut dicontoh adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Menkeu pun bercerita perasaannya saat dilantik menjadi menteri bersebelahan dengan Nadiem. Saat itu, dia terusik dan merasa sudah sangat tua, karena Nadiem baru berusia 35 tahun atau menjadi menteri termuda Kabinet Indonesia Maju.

“Saya berdiri dan disumpah menjadi menteri bersebelahan dengan menteri yang masih so young, saya sudah merasa kesundut saja. You better change atau kamu punah. Betulan” tuturnya.

Ia pun tak tahu kenapa ditaruh di sebelah Nadiem. “Mungkin untuk menyindir saya. Karena kalau kita tidak berubah, maka kita akan punah,” jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi menekankan, negara harus hadir dalam pembangunan SDM sejak anak berada dalam kandungan sampai masa emas.

Selain itu, kualitas sistem pendidikan dan pelatihan harus betul-betul dirancang dengan cara yang baru. Reformasi pendidikan dan pelatihan harus lebih baik melalui vokasi dan pendidikan vokasi. (rm/rd)

 

Editor : Pebri Mulya