Beranda Politika PDIP Kecam Ekshibisionisme

PDIP Kecam Ekshibisionisme

0
PDIP Kecam Ekshibisionisme
Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Imam Turidi.
Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok, Imam Turidi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Tindak asusila memamerkan alat kelamin di angkutan kota (angkot) dan ruang publik (Eshibisionisme) mendapat kecaman dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Depok. Partai berlambang kepala Banteng ini pun meminta agar Pemkot Depok dapat mengantisipasi dan instansi keamanan menindak tegas pelaku.

“Kami dari Fraksi PDIP DPRD Kota Depok sangat mengecam tindak asusila tersebut. Masa ada insiden seperti itu,” geram Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok, Imam Turidi, Jumat (1/11).

Wakil rakyat dari Beji-Cinere-Limo ini mengatakan, fenomena ini tidak hanya membuat resah. Tetapi, juga mengganggu kenyamanan, baik pengguna transportasi umum maupun warga sekitar yang melihat aksi ekshibisionisme tersebut.

“Penumpang tentu akan sangat tidak nyaman ketika ada oknum itu. Mereka akan trauma untuk menggunakan transportasi umum, efek dominonya banyak, jika tidak diantisipasi lebih lanjut,” tegas Bang IT, sapaannya.

Karenanya, ia meminta agar dinas terkait dapat membuat langkah preventif agar kejadian tersebut tidak terulang. Bahkan, ketika pelakunya tertanggap, perlu mendapat hukuman yang menimbulkan efek jera atau diberikan konseling atau terapi.

“Biasanya kan para korbannya malu dan enggan membuat laporan. Jadi, kita perlu membuat formula mengantisipasinya, seperti memasang stiker terkait langkah-langkah yang diambil ketika mendapati aksi ekshibisionisme, dan menempatkan petugas dishub di sejumlah titik, kalau ada yang demikian, penumpang diminta berteriak,” terangnya.

Terkait konseling, kata Bang IT, aksi ekshibisionisme merupakan gangguan kejiwaan atau salah satu gangguan kepribadian di mana orang yang bersangkutan mendapatkan kesenangan dan kepuasan dengan menunjukkan alat kelaminnya kepada orang lain di muka umum.

Ia melanjutkan, ekshibisionisme yang mereka lakukan itu digunakan untuk menguji reaksi korban terhadap serangan seksual fisik.

“Pelaku ekshibisionis akan melanjutkan aksi mereka menjadi aksi kejahatan seksual atau kekerasan seksual. Makanya, harus diantisipasi,” pungkasnya.

Aksi ekshibisionisme ini viral di media sosial setelah warga merekam dan memfoto aksi pelaku. Peristiwa pertama terjadi di Jalan Juanda, Depok, Rabu (16/10), di mana pengendara sepeda motor memamerkan alat kelamin. Selang sehari, juga terjadi di tempat umum. Pelaku bahkan melakukannya di dalam angkot yang berpenumpang. (cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya