Beranda Politika Penanganan Sampah Depok perlu Teknologi

Penanganan Sampah Depok perlu Teknologi

0
Penanganan Sampah Depok perlu Teknologi
Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi.
Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah overload. Karenanya, Pemkot Depok diharapkan segera melakukan terobosan atau mengambil langkah strategis, seperti mempercepat pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi Listrik berbasis teknologi ramah lingkungan atau mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah lain.

Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi mengungkapkan, dengan pertimbangan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan demi kebersihan dan keindahan kota, pemerintah memandang perlu mempercepat pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi Listrik berbasis teknologi ramah lingkungan pada daerah provinsi dan daerah kabupaten/kota tertentu.

Atas pertimbangan tersebut, pada 12 April 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Salah satunya dikerjasamakan dengan PLN. Sebab, dalam alih teknologi tersebut untuk pembangkit tenaga listrik. Dalam Keppres Kota Depok tidak termasuk. Karena Depok sempit, daerahnya tidak seluas Bekasi, Kabupaten Bogor dan daerah lain. Melihat keadaan sampah yang luarbiasa, ini perlu dipertanyakan kenapa Depok tidak masuk daerah percepatan pembangunan alih teknologi untuk sampah,” kata Babai kepada Radar Depok.

Ketika dirinya kunjungan kerja ke Semarang, walaupun bukan dalam rangka melihat kondisi penanganan sampah di sana. Namun, ia mendapatkan informasi di Semarang, pengolahan sampah sudah alih teknologi menjadi pembangkit listrik.

“Kemudian di Badung, Bali juga sama. Kita ini sudah seharusnya ada, karena dekat dengan DKI Jakarta. Padahal, sudah beberapa kali ada kunjungan dari Jepang tapi tidak ada informasinya. UPS yang pernah dibangun Pak Nur Mahmudi sendiri sekarang tidak optimal dan memenuhi target. Menurut saya itu perlu dilakukan terobosan baru lagi,” paparnya.

Sebab, Babai menegaskan, jika Pemkot Depok tidak segera melakukan terobosan, baik dengan alih teknologi atau mencari area baru, dikhawatirkan dengan kondisi TPA Cipayung saat ini akan benar-benar overload.

“Sekarang kan ketinggian tumpukan sampah di sana sudah luarbiasa. Karena itu, saya berharap Pemkot Depok bisa segera mencari jalan keluar dan jangan hanya mengandalkan open dumping yang dilakukan saat ini,” tegasnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini pun menginginkan adanya transparansi dari Pemkot Depok terkait kondisi lingkungan di sekitar TPA Cipayung, baik air, udara dan kondisi kesehatan masyarakatnya.

“Belakangan ini, baunya sudah luarbiasa ba’da Magrib atau Isya. Mohon pemerintah segera mengambil langkah strategis terkait penanganan sampah di sana,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya