SADAR PAJAK: Giat Pajak Bertutur Tahun 2019 Kanwil DJP Jawa Barat III, yang berlangsung di IPB International Convention Center, Botani Square Building, Jumat (22/11). FOTO : RADAR BOGOR FOR RADAR DEPOK
SADAR PAJAK : Giat Pajak Bertutur Tahun 2019 Kanwil DJP Jawa Barat III, yang berlangsung di IPB International Convention Center, Botani Square Building, Jumat (22/11). FOTO : RADAR BOGOR FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BOGOR – Salah satu upaya meningkatkan kesadaran pajak kepada masyarakat, Direktorat Jenderal Pajak bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi membentuk program Inklusi Kesadaran Pajak.

Hal ini disampaikan melalui kegiatan Pajak Bertutur yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Bogor, Jumat (22/11).

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat III, Catur Rini Widosari menjelaskan, pajak merupakan tulang punggung pembiayaan pembangunan negara. Sebagaimana diketahui, sekitar 76 persen APBN bersumber dari penerimaan pajak.

Menurut Rini, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan nasional. Sebanyak 20 persennya digunakan untuk anggaran pendidikan, seperti pembangunan dan perbaikan sekolah, tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar (KIP), bantuan bidik misi, serta Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sayangnya, kata dia, kesadaran pajak di kalangan wajib pajak dan masyarakat masih sangat rendah. Makanya, perlu dipersiapkan generasi bangsa yang memiliki kesadaran pajak yang lebih baik.

“Budaya sadar pajak harus ditanamkan sejak dini, melalui pendidikan agar kesadaran pajak menjadi salah satu karakter generasi bangsa yang cinta tanah air dan bela negara, melalui kesadaran melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan,” tuturnya di IPB Convention Center, Mall Botani Square.

Rini berharap, melalui Pajak Bertutur ini, dapat menjadi langkah awal dunia pendidikan dan masyarakat untuk menanamkan kesadaran pajak sejak dini atau sejak usia sekolah. Serta memberikan dukungan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Ia juga membeberkan, bahwa sejak 2016 sampai saat ini, Kanwil DJP Jawa Barat IlI sudah bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat III, yaitu Institut Pertanian Bogor Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia, STIAMI BEKASI, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Bogor, Institut Agama Islam Tazkia dan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Kerja sama dilakukan dengan mendelegasikan mahasiswa dari masing-masing universitas sebagai relawan pajak.

“Salah satu universitas yang berperan aktif dalam membantu program Inklusi Kesadaran Pajak, yaitu Universitas Gunadarma. Yang datang dengan menawarkan program-program dan mahasiswanya untuk membantu menjadi relawan pajak,” ungkap Rini.

Jumlahnya sendiri, kata dia, dari sekitar 600 relawan pajak, sebanyak 200 lebih mahasiswa yang menjadi relawan pajak berasal dari Universitas Gunadarma, dan sekitar 400 relawan berasal dari perguruan tinggi lainnya.

Ditempat yang sama, Direktur Pembelajaran pada Direktorat Jenderal Pembelajaran, dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), Paristiyanti Nurwardani mengatakan, tahun depan pihaknya akan menambah relawan pajak, tidak hanya di kampus-kampus tertentu yang ditunjuk.

Tetapi juga akan diimplementasikan hasil inspirasi kerjasama dengan Kanwil DJP Jawa Barat III untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Targetnya, sebanyak 540 kota dan kabupaten di Indonesia dengan berbagai macam perguruan tinggi memiliki relawan pajak.

“Nantinya, wajib pajak akan dimasukan ke dalam kurikulum di setiap tingkat pendidikan, dan khusus untuk perguruan tinggi, empat mata kuliah wajib akan disisipkan pengetahuna tentang pajak melalui kurikulum,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan yang dikemas dalam kegiatan Gathering itu, Kanwil DJP Jawa Barat III mengundang pemangku kepentingan pendidikan, yang didominasi perwakilan dari Instansi Perguruan Tinggi di Jabodetabek. Juga turut hadir Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarif Hidayat didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, Deni Hendana. Selain itu juga hadir CEO Radar Bogor, Hazairin Sitepu selaku perwakilan dari Media. (rd/rb)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya