Beranda Ruang Publik Perekaman Data Dental dan DNA sebagai Metode Identifikasi Primer Calon Jamaah Haji dan Umrah

Perekaman Data Dental dan DNA sebagai Metode Identifikasi Primer Calon Jamaah Haji dan Umrah

0
Perekaman Data Dental dan DNA sebagai Metode Identifikasi Primer Calon Jamaah Haji dan Umrah

 

Oleh : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia

drg. Nurtami Soedarsono, PhD, Sp.OF(K)

drg. Bambang Tri Hartomo, MSi.

 

SUSUNAN gigi-geligi memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan identitas seseorang. Gigi memiliki struktur anatomi yang unik yang membedakan satu orang dengan lannya. Para ahli forensik telah menetapkan bahwa pada diri seseorang terdapat 3 (tiga) petunjuk primer yang dapat membedakan dengan orang lain. Ketika petunjuk primer (primary identifiers) tersebut adalah sidik jari, dental, dan DNA.

Bencana masal rawan terjadi pada saat sejumlah besar manusia dari seluruh penjuru dunia berkumpul bersama-sama untuk melaksanakan ibadah haji maupun umrah. Kelompok calon jemaah haji/umrah Indonesia yang akan melaksanakan ibadah di tanah suci berisiko tinggi terhadap bencana masal tersebut, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam hal identitas. Untuk memberikan pengamanan, sampai dengan saat ini para jemaah telah dibekali gelang identitas diri oleh Pemerintah. Namun berkaca pada Tragedi Mina di tahun 2015, petugas kesehatan tetap mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi jenasah korban meninggal karena jumlah korban meninggal terlalu besar, tidak semua menggunakan gelang identitas, adanya kemungkinan gelang identitas hilang, atau tidak tersedianya petunjuk primer yang diperlukan.

Sebagai langkah antisipatif, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Program Aksi UI Untuk Negeri” melaksanakan kegiatan berupa “Aplikasi Rekam Medik Dental dan DNA Pada Jemaah Haji dan Umrah Indonesia Sebagai Basisdata Antemortem Antisipasi Risiko Bencana Masal”. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2019 di beberapa lokasi manasik haji/umrah di Jakarta, Depok dan Tangerang, serta di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut FKG UI. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Pascasarjana Magister Ilmu Kedokteran Gigi Dasar Peminatan Kedokteran Gigi Forensik yaitu drg. Nurtami Soedarsono, Ph.D, Sp.OF (K) sebagai dosen pengampu kegiatan, dibantu oleh  drg. Sabrina  Fauzan, MSi., drg. Rina Fajarwati, MSi., drg. Bambang Tri Hartomo, MSi., dan drg. Devina Rahma Dwiputri.

Pada kegiatan tersebut dilakukan perekaman data dental dari masing-masing calon jemaah haji/umrah dengan cara mencatat kondisi seluruh gigi jemaah dalam suatu formulir yang dinamakan sebagai rekam medik dental lengkap dengan odontogram. Odontogram akan diisi dengan koding yang menginformasikan gambaran klinis gigi-geligi seseorang. “Tiap kondisi gigi-geligi jemaah kami catat dalam formulir odontogram, sehingga memberikan gambaran spesifik gigi yang mencirikan masing-masing jemaah haji/umrah yang akan berangkat ke tanah suci”  jelas drg. Nurtami. Selain pencatatan data dental, pengambilan foto profil wajah close-up, foto close-up susunan gigi-geligi bagian depan, foto rontgen dental serta DNA juga dilakukan pada masing-masing calon jemaah haji/umrah. Pengambilan sampel DNA dilakukan dengan cara mengusap bagian pipi sebelah dalam dengan menggunakan alat khusus yang dinamakan buccal swab. “Pada pipi bagian dalam, dijumpai kumpulan sel epitel yang didalamnya terkandung informasi DNA dan dapat digunakan sebagai salah satu metode identifikasi” jelas drg. Rina Fajarwati. Pada kegiatan ini, tidak dilaksanakan pengambilan sidik jari, karena sidik jari calon jamaah haji/umrah sudah terekam dalam KTP maupun paspor.  Upaya ini dilakukan agar petunjuk primer berupa sidik jari,  dental, dan DNA lengkap terdata pada setiap calon jemaah haji/umrah yang akan berangkat ke tanah suci.

Kegiatan ini dapat menjadi basisdata primer bagi Warga Negara Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci sebagai upaya antisipasi risiko bencana masal.  Metode ini diharapkan dapat diterapkan bagi seluruh calon jemaah Indonesia. Fakultas Kedokteran Gigi Univesitas Indonesia siap bekerjasama dengan pihak Pemerintah dan instansi terkait untuk memperbaiki sistem keselamatan dan perlindungan terhadap jemaah haji maupun umrah. (*)