Beranda Utama Persikad 1999 0 Vs PSB Bogor 2 : Tumbang Ditangan Saudara Tua

Persikad 1999 0 Vs PSB Bogor 2 : Tumbang Ditangan Saudara Tua

0
Persikad 1999 0 Vs PSB Bogor 2 : Tumbang Ditangan Saudara Tua
TELAN KEKALAHAN : Pemain Persikad 1999 berebut bola dengan pemain PSB saat pertandingan Liga 3 Seri 2 Regional Jawa Barat di Stadion Mahakam, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Senin (4/11). Persikad 1999 harus menerima kekalahan dari PSB dengan hasil akhir 0-2. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
TELAN KEKALAHAN : Pemain Persikad 1999 berebut bola dengan pemain PSB saat pertandingan Liga 3 Seri 2 Regional Jawa Barat di Stadion Mahakam, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Senin (4/11). Persikad 1999 harus menerima kekalahan dari PSB dengan hasil akhir 0-2. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM – Asa Persikad 1999 mendapat poin penuh melawan PSB Bogor, sirna di Stadion Mahakam, Sukmajaya Depok. Di laga lanjutan Liga 3 Regional Jawa Barat Seri 2, Serigala Margonda harus mengakui keganasan Laskara Pakuan dengan skor 0-2 kemarin.

Sejak awal permainan, PSB sudah menekan pertahanan Persikad 1999. Persikad juga sering kehilangan bola dari tim lawan. Komunikasi yang buruk menjadi keladi, pemain Persikad mudah diambil saat mengusai si kulit bundar. Memang, pemain yang diturunkan Coach D Moctar bukan pemain utama.

Contohnya, pemain sayap Persikad 1999 Fikram dan Tuah Lubis, sengaja ditempatkan di bangku cadangan. Meski dengan menempatkan tiga pemain depan, Amir Hamzah (8), Fajar Nurhaq (11), dan Pindi Maulandani (19), namun Persikad belum mampu mengoyak gawang PSB.

Malah, Persikad 1999 harus kebobolan lebih dulu, di menit 23 melalui sepakan Renal Indriyana (11) yang tidak terlalu kencang. Selapas, unggul 0-1,  permainan cenderung keras. Sehingga wasit harus mengeluarkan lima kartu kuning dalam pertandingan.

Sempat beberapa kali Persikad 1999 mendapat kesempatan tendangan bebas, namun lagi-lagi usaha Persikad kandas. Bahkan, pemain depan Persikad 1999, Fajar (11), dan pemain belakang PSB, Herrie Kurniawan (16) juga diganjar kartu kuning, akibat terlibat perkelahian.

Memasuki babak kedua, Persikad juga tidak bisa berbuat banyak, malah PSB kembali menambah keunggulan, menjadi 0-2 melalui tendangan cantik dari pemain tengah PSB, Michael Ruud (8). Hingga laga berakhir Persikad tidak bisa mengungguli PSB, dan merelakan tiga poin di raih PSB Bogor.

Pelatih Persikad, Doucoure Moctar mengaku, permainan PSB memang bagus, namun menurutnya Persikad 1999 juga bermain baik. “Bukan alasan karena pemilihan pemain, semua pemain Persikad memang siap bertanding. Namun bola itu bundar,” singkat Moctar kepada Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, menurut Kapten Persikad 1999, Guntur (13) mengatakan, saat melawan PSB, komunikasi antar pemain kurang berjalan, sehingga dimanfaatkan pemain PSB. “Komunikasi di lapangan kurang berjalan,” kata Guntur.

Kendati dalam situasi antara lolos atau tidak di fase Grub B Liga 3  Seri 2 Regional Jawa Barat. Manager Persikad 1999, A Handiyana Sihombing (AHS) menegaskan, tetap berkomitmen untuk mengawal sepakbola Kota Depok. “Saya berkomitmen untuk membangun Persikad, sebagai Sepakbola Kota Depok,” kata A Handiyana.

Dia mengatakan, terjun ke Persikad 1999, karena dia menganggap Persikad 1999 punya harapan, dan punya semangat. “Persikad 1999 punya kesempatan, saya juga orang Depok, jadi mari kita bangun Persikad bersama,” kata A Handiyana.

A Handiyana mengaku, berkomitmen untuk terus mengawal Persikad meski liga tiga regional tiga sesi dua berakhir. “Kita masih belajar, kedepan managemennya akan kita benahi,” terangnya.

Sementara, dalam jangka pendek pihaknya akan melakukan evaluasi, selesai liga tiga berakhir. “Kalau pemain tidak kita rombak, semua masih belajar menuju profesional,” ujar A Handiyana.

Dia sudah mengenal sepak bola sejak kecil. Pamannya pernah menangani Juara Liga Indonesia Pertama Bandung Raya. “Paman saya sempat menjadi assisten manager Bandung Raya, jadi sejak kecil saya sudah dekat dengan sepak bola,” kata A Handiyana.

Sementara itu, tim manager Persikad 1999, Sofinal Mansyur mengatakan, optimis timnya akan meraih kemenangan. Dia juga mengaku, akan sama-sama membenahi Persikad 1990, agar bisa maju ke liga dua.

“Ini klub kebanggaan Kota Depok, sebagai warga Kota Depok sudah seharusnya kita mendukung Persikad 1999,” kata SM –sapaan akrab Sofinal Mansyur. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya