HADIR : Ketua Bawaslu RI, Abhan didampingi Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok, panitia dan peserta program SKPP berfoto usai menghadiri SKPP di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Jumat (15/11). FOTO : LULU/RADAR DEPOK
HADIR : Ketua Bawaslu RI, Abhan didampingi Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan, Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok, panitia dan peserta program SKPP berfoto usai menghadiri SKPP di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis, Jumat (15/11). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) diharapkan menjadi  garda terdepan dari kalangan generasi millenial terjun ke masyarakat untuk menebarkan virus pengawasan dalam Pilkada  Depok tahun 2020 dengan melawan politik uang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Bawaslu RI, Abhan saat melepaskan secara simbolis 82 peserta SKPP Bawaslu Depok di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Cimanggis yang digelar selama lima hari sejak 12 hingga 16 November.

“Semoga kader pengawas menjadi bagian penting dalam mengawal demokrasi Indonesia di Kota Depok yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020,” kata Abhan, Jumat (15/11).

Abhan berpesan agar kader pengawas partisipatif menularkan virus menolak politik uang yang selama ini menjadi hantu bagi demokrasi. Dia memandang politik uang menjadi kejahatan yang luar biasa dalam proses demokrasi tersebut.

“Memberantas politik uang sangat membutuhkan peran serta masyrakat tidak bisa dengan pendekatan hukum semata,” ungkap lelaki kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah itu.

Dia menegaskan, lembaga pengawas pemilu membutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengawal momen pergantian kepemimpinan kepala daerah. Kata Abhan, masyarakat mempunyai hak dan kewajiban untuk mengawasi.

“Tak hanya soal Pemilu, namun masyarakat juga harus mengawasi jalannya roda pemerintahan,” ucap Abhan.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan menuturkanm Program SKPP Bawaslu merupakan langkah konkrit lembaga penyelenggara Pemilu tersebut dalam mewujudkan slogan (tagline) mereka, yaitu ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’.

Kedepannya, program-program seperti SKPP akan menjadi strategi Bawaslu untuk meningkatkan dan sinergi pengawasan partisipatif yang positif. Sedangkan, substansinya pendidikan politik ke publik serta sebagai perwujudan dari slogan (tagline) Bawaslu, yaitu ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’.

Ini gerakan publik yang hadir dan menjawab problem-problem terkait isu kepemiluan. Jadi Bawaslu menunjukan langkah konkrit, bukan sekedar wacara bersama rakyat mengawasi Pemilu. Tapi, kami mulai melakukan suatu investasi kader pengawasan partisipatif,” kata Abdullah kepada Radar Depok. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya