Proyek Nambo Simpang Siur

In Metropolis
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelanjutan pembangunan proyek Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut Nambo di Kabupaten Bogor, menjadi simpang siur.

Sub Kontraktor PT Dutaraya Dinametro yang dipilih Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui panitia lelang Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga kini belum juga mendapatkan bayaran dari investor. Yakni PT Jabar Bersih Lestari.

Project Manajer PT. Dutaraya Dinametro, Hanura mengaku, sejumlah pekerjanya hingga saat ini belum juga melanjutkan pekerjaan cut and fill pada proses pembangunan TPPAS Lulut Nambo.

Sejak investor mendapat suntikan dana dari Singapura beberapa waktu lalu, Hanura menyebut, pihaknya belum mendapat pembayaran sepeserpun dari investor. Sehingga, pekerjaan belum dapat dilanjutkan.

“Sampai saat ini kami belum mendapat bayaran dari investor. Jadi kami belum lanjutkan pekerjaan,” ungkap Hanura kepada Radar Depok, Minggu (17/11).

Dia berencana akan terus mengejar pihak investor agar sesegera mungkin dapat melunasi sisa pembayaran yang telah disepakati. Dengan begitu, PT. Dutaraya Dinametro dapat melanjutkan pekerjaan hingga TPPAS Lulut Nambo dapat beroperasi.

Diketahui, rampungnya TPPAS Lulut Nambo ini menjadi yang paling dinantikan sejumlah pihak. Belum lama ini, Walikota Bogor, Bima Arya juga menyambangi lokasi TPPAS Lulut Nambo untuk memperkirakan kapan proyek tersebut akan selesai.

Disisi lain, salah satu yang menunggu proyek tersebut rampung yakni Kota Depok. Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi menjelaskan, TPPAS Lulut Nambo sangat dibutuhkan Kota Depok.

Babai mengaku, meskipun TPPAS ini tak dapat menampung seluruh sampah yang ada, namun rampungnya tempat pembuangan sampah itu menjadi sangat dibutuhkan. Dirinya menyebutkan, dalam satu hari saja sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Depok mencapai, 1.350 ton.

“Kota Depok nantinya hanya mendapat jatah 500 ton per hari di Nambo. Sangat diperlukan, karena TPA Cipayung sudah tidak layak lagi menampung sampah,” paparnya.

Babai menilai, tentu proses penyelesaian TPPAS Lulut Nambo ini menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Karena telah disepakati pada Januari 2020 TPPAS Lulut Nambo dapat beroperasi.

“Jadi sudah tidak boleh ditunda lagi,” tegas Babai kepada Radar Depok.

Babai menilai, jika pembangunan tersebut ditunda maka akan sangat membahayakan keberadaan TPAS Cipayung. Yang menurut Babai, hingga tidak dapat menampung.

“Di sisi lain lokasi TPAS Cipayung sangat tidak ideal, dan juga melanggar Undang-Undang Persampahan, karena berada di tengah tengah permukiman warga,” pungkas Babai. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSBB di kelurahan serua

PSBB di Serua, Lurah : 80 Persen Patuh

BAGIKAN MASKER : Lurah Serua beserta seluruh stakeholder sedang membagikan masker dan nasi kotak di

Read More...
bedahan apresiasi bansos

LPM Bedahan Apresiasi Bansos Pemerintah : Sangat Dibutuhkan Warga, Berharap Ada Lagi

BERBINCANG : Ketua LPM Kelurahan Bedahan, Rizal Antoni saat berbincang dengan anggotanya. FOTO : ISTIMEWA   Bantuan

Read More...
katar kelurahan curug berbagi

Katar Curug Berbagi

PEDULI : Karang Taruna (Katar) Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis bagikan makan siang kepada pekerja di

Read More...

Mobile Sliding Menu