Beranda Pendidikan Sastra di SMP Islam Plus Az Zahra : Terbitkan Tiga Buku Antologi, Bahas Literasi dan Sastra

Sastra di SMP Islam Plus Az Zahra : Terbitkan Tiga Buku Antologi, Bahas Literasi dan Sastra

0
Sastra di SMP Islam Plus Az Zahra : Terbitkan Tiga Buku Antologi, Bahas Literasi dan Sastra
EDUKASI : SMP Az Zahra melakukan diskusi dan bedah buku di lingkungan sekolah, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (1/11). FOTO : DICKY/RADARDEPOK
EDUKASI : SMP Az Zahra melakukan diskusi dan bedah buku di lingkungan sekolah, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Jumat (1/11). FOTO : DICKY/RADARDEPOK

 

SMP Islam Plus Az Zahra, Kelurahan Pondok Petir, Bojongsari, merayakan bulan bahasa dengan menerbitkan tiga buku antologi. Juga dihelat diskusi tentang literasi dan sastra sebagai pembekalan kepada siswa.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Bertempat di SMP Islam Plus Az Zahra, sejumlah siswa tampak khidmat mengikuti pemaparan penulis berdarah Madura yang hangat disapa Mahwi Air Tawar dan Ketua Literasi Kota Depok, Listiyawati.

Usai kegiatan, Kepala SMP Islam Plus Az Zahra, Luqman Wibisono mengatakan, Sebagai sekolah berbasis Islami, berkomitmen untuk menciptakan kreasi dan inovasi.

Menulis bukanlah sebuah keberanian lagi, sebab diera sekarang ini tulisan dapat ditemukan dimana saja. Bahkan, untuk mengumpulkan puisi menjadi satu buku adalah hal yang mudah.

Namun permasalahan saat ini sastra menjadi murah dan kurang diapresiasi. Apresiasi yang dimaksud adalah berupa penilaian, analisa, untuk dijadikan pengembangan. Bukan menjadi penghuni rak buku dan menjadi pelengkap jamak perpustakaan.

“Kami telah menerbitkan tiga buku antologi puisi,” ujar Luqman.

Luqman menjelaskan, tiga tersebut diantaranya berjudul sebuah persembahan tentang cinta, Mawar-Mawar Cinta, dan Catatan Kerinduan tentang Cinta Nirmala. Ketiga buku tersebut melibatkan siswa dan guru yang dipelopori Eva Susanti, guru Bahasa Indonesia sejak 2015 hingga 2018. SMP Islam Plus Az Zahra membahas literasi yang masih di pandang sempit, salah satunya literasi hanya ditafsirkan sebagai budaya membaca atau kegiatan membaca tulisan yang dibukukan.

Luqman menuturkan, SMP Islam Plus Az Zahra menerjemahkan literasi sebagai budaya berdiskusi, bercerita di depan pendengar dengan sesuatu tujuan, ajakan atau membahas sesuatu untuk menambah wasasn ataupun keterampilan seseorang.

“Kami ingin mengembalikan literasi kepada keutuhannya yaitu sebagai media belajar,” tutup Luqman dengan tersenyum. (*)

 

Editor : Pebri Mulya