SKPP Langkah Nyata Wujudkan Slogan Bawaslu

In Politika
PEMAPARAN : Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan didampingi jajaran Komisioner dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Depok saat Program  SKPP Bawaslu Kota Depok di Wisma Hijau, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) Bawaslu merupakan langkah nyata wasit Pemilu tersebut, dalam mewujudkan slogan mereka : ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’.

Ketua Bawaslu Jawa Barat (Jabar), Abdullah Dahlan mengatakan, kedepan, program-program seperti SKPP akan menjadi strategi Bawaslu untuk meningkatkan dan sinergi pengawasan partisipatif yang positif.

Sedangkan, kata dia, substansinya pendidikan politik ke publik serta sebagai perwujudan dari slogan Bawaslu, yaitu ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’.

“Ini gerakan publik yang hadir dan menjawab problem-problem terkait isu kepemiluan. Jadi Bawaslu menunjukan langkah konkrit, bukan sekedar wacara bersama rakyat mengawasi Pemilu. Tapi, kami mulai melakukan suatu investasi kader pengawasan partisipatif,” kata Abdullah kepada Radar Depok, Kamis (14/11).

Abdullah menerangkan, dari SKPP ini, pihaknya ingin membangun suatu partisipasi pengawasan yang lebih terstruktur. Pasalnya, program SKPP mentransfer tiga hal. Pertama, mentransfer isu kepemiluan, kedua pemahaman pemilu dan pengawasan demkorasi. Ketiga, mentransfer skill dan metodenya.

“Sehingga, dengan SKPP, harapan kami memperluas agen pengawasan partisipatif berkualitas kedepannya, sebagai langkah pencegahan yang Bawaslu lakukan. Kami sadar benar, untuk konteks pencegahan harus lebih kepada arah gerakan publik,” terangnya.

SKPP ini bagian dari upaya Bawaslu membangun satu partisipasi aktif publik untuk mengawal Pemilu maupun Pilkada kedepan yang akan dihadapi. Ia menilai, Bawaslu tidak boleh lagi melakukan pendekatan instan, dan SKPP ini sudah terpola dan terstruktur.

“Tiap tahun akan kami gelar. Saat ini kan baru latihan tingkat dasar, nanti ada madya atau lanjut. Diperkuat lagi terkait isu atau keahlian tertentu yang akan kita perdalam,” paparnya.

Secara umum, sambung Abdullah, program ini adalah metode Bawaslu untuk ekspansi keterlibatan dalam publik terhadap pengawasan partisipatif. Kemudian, Bawaslu membangun kedekatan dengan publik agar lebih mengakar.

“Problem Pemilu kita ini kan dihadapi persoalan money politik, politik transaksional, juga masih ada peserta Pemilu yang tidak patuh pada ketentuan dan isu lain, seperti sara, hoax. Sehingga, upaya ini adalah bagian dari mentranspormasikan pengawasan Pemilu ke pihak yang lebih luas,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika dalam setahun Bawaslu bisa membuat beberapa gelombang program SKPP dalam setahun, maka akan makin banyak agen-agen pengawas Pemilu yang paham terkait problem isu kepemiluan dan mampu melakukan pengawasan partisipatif terhadap proses Pemilu.

“Kami juga akan mendorong mereka untuk menjalankan fungsi edukasi ke masyarakat, seperti ditantang melakukan sosialisasi ke komunitas dan lini massa lainnya,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu