Beranda Satelit Depok Sukses Puji Astuti Olah Tempe : Dari Suami Anti Tempe, Hingga Omset Rp10 Juta per Bulan

Sukses Puji Astuti Olah Tempe : Dari Suami Anti Tempe, Hingga Omset Rp10 Juta per Bulan

0
Sukses Puji Astuti Olah Tempe : Dari Suami Anti Tempe, Hingga Omset Rp10 Juta per Bulan
SUKSES : Puji Astuti bersama Camat Cimanggis, Eman Hidayat di ruang kerjanya saat menunjukan hasil makanan olahan yang terbuat dari tempe. FOTO : LULU/ RADAR DEPOK
SUKSES : Puji Astuti bersama Camat Cimanggis, Eman Hidayat di ruang kerjanya saat menunjukan hasil makanan olahan yang terbuat dari tempe. FOTO : LULU/ RADAR DEPOK

 

Puji Astuti mulai memproduksi olahan tempe sejak 2016 di rumahnya Asrama Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua RT 01/014, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis. Usaha ini berawal karena ketidaksukaan suaminya terhadap tempe.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Berawal dari ketidaksukaan sang suami terhadap tempe, membuat Puji harus pandai-pandai memutar otak untuk membuat olahan tempe yang bisa disukai suaminya.

Berkat coba-cobanya ia berhasil membuat beberapa olahan dari tempe, diantaranya nastar, cokelat, brownis, putri salju, kastengel serta pie. Namun, produknya ia coba pasarkan dan hasilnya pun tak langsung sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tak sedikit pula orang yang merendahkan dan mengejek hasil olahan yang ia buat. Tapi omongan orang tak ia hiraukan, ia tetap mencoba melanjutkan usahanya dengan penuh semangat.

“Pernah waktu bazar diejek, katanya emang udah tidak mampu beli keju. Tapi, itu malah menjadi motivasi saya untuk terus maju dan memasarkan produk-produk yang saya buat,” ucap Puji Astuti.

Puji terus mengikuti bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Depok. Dan, hasilnyapun tak sia-sia, ibu dua orang ini mampu sabet dua piala untuk kategori olahan tempe yang ia buat di rumahnya, Asrama Direktorat Polisi Satwa, Kelapa Dua RT01/014, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis.

Ia mampu meraih juara tiga Kudapan Terbaik dalam Festival kudapan lokal Kota Depok pada Maret 2019 dan meraih jura tiga dalam Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI).

Saat ini dirinya mampu membuat hidangan berbahan dasar tempe dengan menggunakan puluhan Kilo Gram dengan omset kurang lebih Rp10 jutaan tiap bulannya.

“Untuk hari-hari biasa seperti ini si penjualan tidak terlalu besar, karena kita lebih banyak menjual produk untuk Hari Raya, seperti nastar, putri salju da n kastengel. Kalau hari biasa paling kita ikut bazar-bazar aja,” lanjutnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya