SINERGI : Seluruh jajaran pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, saat foto bersama dengan rekan media usai Ngopi Bareng dengan Tema 'Sampah Depok Tanggung Jawab Bersama' di Ruko Arcade GDC, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (11/11). FOTO : ARNET/RADARDEPOK
SINERGI : Seluruh jajaran pembicara dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, saat foto bersama dengan rekan media usai Ngopi Bareng dengan Tema ‘Sampah Depok Tanggung Jawab Bersama’ di Ruko Arcade GDC, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (11/11). FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Pasca Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dinyatakan overload, Kota Depok sudah darurat sampah. Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok perlu melakukan penanganan dari hulu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DLKH Kota Depok, Ety Suryahati saat menjadi narasumber dalam diskusi bersama Sekber Wartawan Depok, Ngopi Bareng DLHK dengan tema ‘Sampah Tanggung Jawab Kita Bersama’, Senin (11/11).

“Jadi permasalahan nggak cuma di TPA yang menjadi muara, justru permasalahan yang harus diperhatikan adalah hulu, yaitu masyarakat yang menghasilkan sampah,” kata Ety.

Ia memaparkan, untuk menangani itu, Pemkot Depok menggandeng berbagai pihak dengan mengadakan sosialisasi dan menggugah kesadaran masyarakat sekaligus memberitahukan cara memilah sampah organik maupun non organik.

Untuk pemilahan, Lanjut Ety, Pemkot Depok memiliki sekitar 40 Unit Pengolaan Sampah (UPS) organis yang tersebar di wilayah Kota Depok, serta 400 bank sampah yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.

“Tapi, Kami tidak puas, sebanyak 2000 petugas yang ada sesuai dengan fungsi dan tugasnya akan terus berjuang menyelesaikan sampah dari hulu ke hilir,” paparnya.

Pemilahan sampah organik dan non organik, sambung Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok ini, juga menjadi salah satu penanganan yang dilakukan Pemkot Depok.

“Alhamdulillah sekitar 20 persen penanganan sampah dari mulai rumah sudah tertangani. Menurut catatan kami daerah Tanah Baru menjadi percontohan bagaimana sampah dari mulai rumah, hingga TPA tertangani dengan baik,” pungkas Ety. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya