Beranda Metropolis Tim Riksus Proses ASN Pakai Narkoba di Depok

Tim Riksus Proses ASN Pakai Narkoba di Depok

0
Tim Riksus Proses ASN Pakai Narkoba di Depok
PERANGI NARKOBA : Kabid Pembinaan Sumberdaya Manusia BKPSDM Siti Hasanah saat menjadi narasumber bersama BNN Depok, Kesbangpol Depok, dalam kegiatan sosialisasi P4GN di Hotel Bumi Wiyata. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
PERANGI NARKOBA : Kabid Pembinaan Sumberdaya Manusia BKPSDM Siti Hasanah saat menjadi narasumber bersama BNN Depok, Kesbangpol Depok, dalam kegiatan sosialisasi P4GN di Hotel Bumi Wiyata. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, sangat serius menangani Aparatur Sipil Negara (ASN) pemakai narkoba. Salah satunya caranya, dengan  mengedepankan asas praduga tak bersalah dan diproses Tim Pemeriksa Khusus (Riksus).

Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BKPSDM Kota Depok, Siti Hasanah mengungkapkan, BKPSDM punya langkah khusus dalam menangani ASN di yang terjerat kasus narkotika. Namun, dalam menjalankan langkah itu, BKPSDM mengedepankan asas praduga tak bersalah. Ini untuk mendapatkan bukti yang kuat, dan bisa dipertanggungjawabkan sebelum memberikan sanksi bagi ASN.

Keterlibatan ASN dapat diketahui berdasarkan laporan dari warga maupun sesama ASN, yang disertai dengan bukti, hasil tes kesehatan (bebas narkoba) atau laporan dari institusi mitra kerja seperti kepolisian yang melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bisa diproses.

Dia menjelaskan, apabila bukti-bukti sudah cukup meyakinkan, langkah selanjutnya adalah permohonan pembentukan Tim Pemeriksa Khusus (Riksus). Tim ini terdiri dari, Inspektorat, BKPSDM serta atasan langsung dari ASN yang terjerat narkoba.

“Tim Riksus melakukan permintaan keterangan kepada ASN yang indisipliner atau pihak lain, yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Setelah BAP maka dibuat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di antaranya memuat tentang rekomendasi hukuman disiplin. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan surat keputusan hukuman disiplin dan terakhir penyerahan surat keputusan,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Siti menyebutkan, selama tahun 2016 ada tiga ASN yang menggunakan narkoba jenis shabu dan ganja. Hukuman disiplinnya adalah penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun. Sedangkan tahun 2017, dua ASN menggunakan narkoba jenis yang sama, dengan hukuman disiplin penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun dan pemberhentian sebagai ASN.

“Disiplin ASN adalah kesanggupan ASN untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. Apabila tidak ditaati atau dilanggar, maka akan dijatuhkan hukuman disiplin,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya