Tujuh Hari Harus Beres

In Utama
DIBONGKAR : Petugas menggunakan alat berat membongkar rumah di lahan milik UIII di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kamis (7/11). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Teriakan dan tangisan sejumlah ibu tak diindahkan aparat yang menertibkan bangunan, di lahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), kemarin. Petugas dengan mudah meratakan bangunan yang nantinya akan dibangun Gedung Rektorat UIII.

“Kami keberatan dan menolak aksi pembongkaran ini. Jelas tidak adil dan jangan main bongkar paksa seperti ini tolong hentikan,” teriak  Fransiska, salah satu pemilik bangunan yang mencoba menghadang puluhan petugas tim gabungan.

Pantauan Radar Depok di lokasi, sempat bersitegang, namun semua berjalan lancar. Ibu yang tak rela bangunanya dibongkar langsung diberi pemahaman dari Polwan dan Satpol PP perempuan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan UIII, Syafrizal mengatakan, sementara penertiban dilakukan pada lahan yang terdampak pembangunan gedung rektorat, dan kawasan tiga pilar. Hari ini belum tuntas, masih ada penertiban lanjutan dan harus segera selesai pemerataanya.

“Penertiban akan dilakukan secara bertahap, semua akan kami tertibkan. Harus selesai selama sepekan atau tujuh hari. Penegasan ini karena jelas tanah tersebut sudah menjadi hak pemeritah,” tegas Syafrizal kepada Radar Depok, Kamis (7/11).

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdiany mengatakan, pembongkaran paksa sudah sesuai prosedur yang berlaku. Pihaknya sudah berulang kali melakukan mediasi dan dialog. Bahkan, memberikan surat peringatan hingga tiga kali kepada puluhan pemilik bangunan di lahan garapan tersebut.

“Kami sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali,” tuturnya.

Menurutnya, perencanaan penertiban lahan pembangunan kampus UIII tahap 1 sekitar 80 hektar, yang meliputi 3 paket pekerjaan pembangunan. Sekitar 150 bidang lahan dari 366 bidang lahan di tahap 1 yang akan ditertibkan selama 7 kali kegiatan, mulai  Kamis (7/11) sampai Kamis (14/11). “Hari ini (kemarin), sekitar 21 lahan ditertibkan termasuk 6 bangunan permanen/semi permanen,” beber Lienda.

Terpisah, Kabag Keuangan Dirjen Pendis Kemenag RI, Hanif mengatakan, sementara Kemenag mentargetkan tertibkan sekitar 80 hektar dari 142,5 hektar. “Semua akan kami tertibkan, secara bertahap,” tandas Hanif.(rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

PSHT bantu tenaga medis

PSHT Depok Berbagi Jamu dengan Tenaga Medis

PEDULI : Keluarga Besar PSHT barikan bantuan kepada tim medis di RS Brimob, Sabtu (18/04).

Read More...
BLT di negeri jepang

Di Jepang, Tiap Warga Dapat Rp14,5 Juta Hadapi Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Pemerintah Jepang tengah serius untuk mengentaskan penyebaran virus Korona. negara dibawah kepemimpinan Perdana

Read More...
APD kreasi dari UI

UI Kembangkan APD Respirator

DIKEMBANGKAN : Tim ahli dan peneliti Universitas Indonesia mengembangkan prototype Alat Pelindung Diri (APD), dalam

Read More...

Mobile Sliding Menu