Beranda Utama UMK Depok Rp4,2 Juta Belum Ideal

UMK Depok Rp4,2 Juta Belum Ideal

0
UMK Depok Rp4,2 Juta Belum Ideal
SIAP BERAKSI : Sejumlah buruh asal Kota Depok berkumpul untuk berangkat ke Jakarta memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos, Selasa (1/5). Dok Radar Depok
ILUSTRASI : Sejumlah buruh asal Kota Depok berkumpul untuk berangkat ke Jakarta memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Jalan Raya Bogor, Kecamatan Tapos. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Depok digadang-gadang menjadi Rp4,2 juta. Besaran tersebut dinilai belum ideal bagi pekerja yang sudah berkeluarga. Jadi, perlu adanya tambahan 10 persen untuk anak dan istri.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Depok, Wido Pratikno mengatakan, Surat Keputusan (SK) direncanakan akan keluar pada 20 November 2019 dari Gubernur Jawa Barat (Jabar).

“Berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak di Kota Depok, UMK akan naik berkisar Rp4,2 juta dengan harapan buruh bisa hidup dengan layak,” ucapnya kepada Radar Depok, Senin (05/11).

Namun, upah Rp4,2 juta dinilai tidak terlalu ideal untuk pekerja yang sudah berumah tangga. Mungkin kalau untuk yang belum berkeluarga bisa dibilang ideal. Tetapi, bagi yang sudah berkeluarga tentu dengan upah segitu masih kurang. “Belum dapat dikatakan ideal,” tegasnya.

Wido juga menambahkan, untuk mencapai gaji yang ideal diharapkan bagi buruh yang sudah berkeluarga, bisa diberikan upah tambahan 10 persen. Itu untuk anak dan istrinya, agar tidak ada lagi ketimpangan ekonomi.

Terpisah, Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Banu Muhammad mengatakan, secara umum kenaikan UMK akan berdampak positif bagi masyarakat. Karena penguatan daya beli masyarakat seiring dengan inflasi yang naik di kisaran tiga persen. “Dengan adanya kenaikan dan meningkatnya harga beli, maka indeks pembangunan manusia juga diharapkan dapat meningkat,” tambahnya.

Dia juga mengungkapkan, garis kemiskinan di Depok berada diangka Rp615 ribu per kapita, jika pendapatan Rp4,2 juta maka ekuivalen hampir tujuh orang anggota keluarga. “Jika diasumsikan, satu keluarga mempunyai empat anak, maka dengan pendapatan tersebut sudah berada diatas garis kemiskian,” lanjut Banu.

Banu berharap, agar kenaikan UMK dapat disikapi dengan cermat dan bijak oleh para pekerja. Dengan tambahan income yang didapat, diharapkan agar lebih bijak dengan mengutamakan belanja kebutuhan dasar. “Bukan mengutamakan untuk membeli pulsa dan rokok,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis :  Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya