Beranda Utama 171 Jiwa Positif Hepatitis A : Kemenkes Tetapkan Depok KLB

171 Jiwa Positif Hepatitis A : Kemenkes Tetapkan Depok KLB

0
171 Jiwa Positif Hepatitis A : Kemenkes Tetapkan Depok KLB
DIRAWAT : Siswa SMPN 20 Depok masih dirawat di ruang isolasi RSUD Depok, beberapa hari lalu. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
hepatitis di rumah sakit
DIRAWAT : Siswa SMPN 20 Depok masih dirawat di ruang isolasi RSUD Depok, beberapa hari lalu. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan Kota Depok, Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A. Peningkatan status, didasari meningkatnya jumlah awal kasus dari 72 hingga mencapai 262 kasus per 3 Desember 2019. Dari 262 kasus, 171 diantaranya dinyatakan positif Hepatitis A.

“Kasus Hepatitis A ini terjadi di SMPN 20, tetapi persoalannya tidak berhenti di situ. Sampai 3 Desember kemarin kejadian Hepatitis A sudah berjumlah 262 kasus. Jadi ini sebuah KLB  seperti di Pacitan beberapa waktu lalu,” terang Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12).

Anung mengatakan, penularan Hepatitis A di Depok pertama kali diidentifikasi pada 12 November dan kasus terakhir dilaporkan 21 November 2019. Dia mengungkapkan, di antara total 262 kasus yang memiliki gejala dan tanda infeksi virus Hepatitis A, ada 171 orang yang menurut hasil pemeriksaan imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) menunjukkan hasil positif Hepatitis.

Terkait penularannya, investigasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan mengungkap, virus Hepatitis A di Depok tersebut berasal dari seorang pekerja di lingkungan SMPN 20 Depok, yang menular ke siswa hingga tenaga pendidik.

Anung juga mengatakan, virus sebenarnya tidak berasal dari kota Depok, melainkan kabupaten Bogor. “Dari kejadian yang ada di Depok, yakni 262 kasus, ada potensi penyebaran Hepatitis A ini, kalau masyarakat tidak melakukan sesuatu,” tegas Anung.

Adanya kejadian ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melakukan berbagai upaya, guna mengentaskan kasus penyakit Hepatitis A. Selain menangani penyakitnya, DInkes juga mengeluarkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) Hepatitis A. Ini sebagai upaya pencegahan (preventif) pada seluruh stakeholder, untuk mengenali kondisi orang yang terkena Hepatitis A.

“SKD ini kami buat dan disebarkan khususnya pada seluruh pamong camat dan lurah se-Kota Depok. Guna meningkatkan kewaspadaan  semua terkait ciri-ciri, sekaligus cara penanggulangan orang yang sudah terkena penyakit Hepatitis A,” kata Kepala Dinkes, Novarita kepada Radar Depok, Rabu (4/12).

Dia mengungkapkan, berdasarkan surat bernomor 443.33/6569-P2P, virus Hepatitis A ini dapat disebabkan  makanan atau minuman yang tidak diolah dengan baik dan bersih. Termasuk kurang memperhatikan kebersihan pribadi dan lingkungan yang buruk.

“Dari poin ini, diharapkan camat dan lurah dapat langsung merespons dengan melihat kebersihan di lingkungan sekitar. Selanjutnya, menggencarkan sosialisasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelasnya.

Novarita meminta, camat dan lurah segera melaporkan apabila ditemukan ada warga yang terindikasi penyakit hepatitis A. Selain itu, bersama instansi terkait melakukan peningkatan sanitasi lingkungan. Dan pemantauan terhadap tempat pengolahan makanan untuk mengurangi kontaminasi makanan dan air.

“Pencegahan penyakit Hepatitis A ini merupakan tugas seluruh perangkat daerah. Bukan hanya tanggungjawab Dinkes, melainkan tugas bersama,” tutupnya. (rd/jwp)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya