santunan kematian dari dinas sosial
DISERAHKAN: Ahli waris sedang menerima penyerahan santunan kematian dari Dinsos. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
santunan kematian dari dinas sosial
DISERAHKAN : Ahli waris sedang menerima penyerahan santunan kematian dari Dinsos. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ahli waris yang selama ini menunggu akhirnya dicairkan. Jumat (29/11), sedikitnya 497 ahli waris mendapatkan santunan kematian dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok. Selama tiga hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memberikan Rp994 juta kepada ratusan ahli waris yang tersebar di 11 kecamatan.

Kepala Dinsos Kota Depok, Usman Haliyana mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan tahap ke empat yang dibuat sejak 27 -29 November 2019. Pemberian santunan ini dilakukan untuk 11 kecamatan di Kota Depok selama 3 hari. Santunan kematian tersebut diberikan dalam rentang waktu September hingga Oktober 2019.

”Seperti biasa dalam 3 hari itu dibagi 11 kecamatan. Untuk hari pertama ada 4 kecamatan yakni, Kecamatan Bojongsari, Sukmajaya, Cilodong dan Pancoranmas,” ujarnya kepada Radar Depok.

Usman menjelaskan, masyarakat dapat mengajukan santunan kematian kepada pemerintah. Namun, harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai Peraturan Walikota Depok Nomor 28 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemberian Santunan Kematian.

“Tahap I telah dicairkan sebelumnya kepada 1.064 ahli waris. Tahap II juga sudah sebanyak 684 ahli waris, begitu pula tahap III sebanyak 653 ahli waris. Rp2 juta per ahli waris,” ucapnya.

Dia menambahkan, jadwal pemberian santunan kemarian (Sankem) telah didistribusikan ke kelurahan masing-masing. Pengambilan sankem tidak dapat diwakilkan, untuk itu, bagi penerima diharapkan dapat datang sesuai waktu yang ditentukan.

“Pemerintah berharap dana santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh ahli waris dengan baik. Untuk pemenuhan kebutuhan almarhum baik untuk penataan makam maupun keperluan lainnya,” terangnya.

Sementara, Lurah Meruyung, Lukman Jaelani mengaku, akan segera mendistribusikan kepada ahli waris. Program tersebut sangat membantu ahli waris dalam menjalani kehidupan sehari-hari. “Di Meruyung sekitar puluhan ahli waris yang menerimanya,” singkat lurah. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya