CPNS dieliminasi
MELENGKAPI BERKAS : Sejumlah peserta saat melengkapi pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS 2018, di Lantai 10, Kantor Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
CPNS dieliminasi
MELENGKAPI BERKAS : Sejumlah peserta saat melengkapi pemberkasan Nomor Induk Pegawai (NIP) CPNS 2018, di Lantai 10, Kantor Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari yang ditunggu datang juga. Setelah was-was menunggu, dan sempat diundur pengumuman lolos verifikasi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Depok. Kemarin (19/12), 5.098 pelamar dinyatakan lolos verifikasi dari 10.392 pelamar CPNS se-Kota Depok.

Sekertaris Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, dari hasil verifikasi yang dilakukan, sebanyak 5.098 peserta dinyatakan lolos dan 5.294 dinyatakan tidak lolos dalam tahap ini. “Sudah keluar hasilnya bisa dilihat di situs bkpsd.depok.id,” kata Mary, kepada Radar Depok, Kamis (19/12).

Dia mengungkapkan, pelamar yang dinayatakan tidak lolos dalam tes verifikasi ini dapat mengajukan hak sanggahnya, kepada BKPSDM sedari 20–22 Desember. Dia mengatakan, hak sanggah ini bukanlah ajang untuk peserta melengkapi kembali berkasnya. Melainkan, untuk mengkonfirmasi jika ada perbedaan data dengan sistem verifikasi administrasi yang dilakukan BKPSDM. “Masa sanggah diberikan selama tiga hari,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah masa sanggah seleseai, para pelamar harus menjalankan beberapa tes lagi. Diantaranya Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 27 Januari hingga 28 Februari, Seleksi Kompetensi Bidang 25 Maret hingga 10 April. “Pengumuman kelulusan CPNS akan diadakan pada 1 Mei 2020,” bebernya.

Setelah dinyatakan lolos tahap administrasi, peserta nantinya akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Merujuk jadwal resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), SKD dilaksanakan pada 27 Januari-28 Februari 2020. Bagi pelamar CPNS yang dipastikan lolos seleksi administrasi, kini saatnya mempersiapkan diri untuk menghadapi tes berikutnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 24 Tahun 2019, nilai ambang batas atau passing grade tahun ini lebih rendah. Adapun tiga tes yang akan diujikan dalam SKD CPNS 2019 yaitu: Tes Karakteristik Pribadi (TKP) Tes Intelegensia Umum (TIU) Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Jumlah keseluruhan adalah 100 soal, terdiri dari 35 soal TKP, 35 soal TIU, dan 30 soal TWK. Komposisi soal TWK dan TIU berbeda dibanding tahun lalu. TWK yang sebelumnya 35 soal menjadi 30 soal, sedangkan TIU menjadi 35 soal dari semula 30 soal.

Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) diujikan dengan maksud untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan Bahasa Indonesia. Tes Intelegensia Umum (TIU) untuk menilai tiga kemampuan peserta, yakni kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan kemampuan figural. Kemampuan verbal meliputi analogi, silogisme, dan analitis. Sementara, kemampuan numerik berhubungan dengan berhitung, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita.

Kemampuan figural mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar, perbedaan beberapa gambar, dan pola hubungan dalam bentuk gambar. Tes Karakteristik Pribadi (TKP) menilai perilaku terkait pelayanan publik, jejaring kerja, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, serta profesionalisme.

Mengutip Permenpan RB Nomor 24 Tahun 2019, penilaian materi soal TIU dan TWK dilihat dari benar dan salah. Jika peserta menjawab dengan benar, maka akan mendapatkan nilai 5 (lima). Sementara, jika salah atau tidak menjawab, nilainya 0 (nol). Penilaian materi soal TKP, jika menjawab nilai terendahnya 1-5 (satu hingga lima), dan tidak menjawab nilainya 0 (nol). Dengan demikian, nilai kumulatif maksimal adalah 500 (lima ratus), terdiri dari nilai maksimal untuk TKP sebesar 175 (seratus tujuh puluh lima), TIU sebesar 175 (seratus tujuh puluh lima), dan TWK sebesar 150 (seratus lima puluh). (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)