pemusnahan miras dan ganja di depok
MUSNAHKAN : Pemkot Depok bersama unsur TNI dan Polri melakukan pemusnahan barang bukti ganja dan minuman keras (miras), di Balaikota Depok, Jumat (20/12). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
pemusnahan miras dan ganja di depok
MUSNAHKAN : Pemkot Depok bersama unsur TNI dan Polri melakukan pemusnahan barang bukti ganja dan minuman keras (miras), di Balaikota Depok, Jumat (20/12). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Pekat asap hitam meliputi halaman Balaikota Depok, Jumat (20/12) pagi. Bersamaan dengan itu, semerbak aroma ganja tercium. Bila cukup dekat dengan sumber asap, bisa pusing juga.

Pagi itu, Pemkot Depok bersama stakeholder terkait memusnahkan 56 Kg ganja. Dibakar di dalam tong ukuran besar. Sesaat sebelumnya, 6.694 botol minuman keras (miras) juga dimusnahkan. Caranya dengan digiling menggunakan kendaraan berat.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, adapun barang bukti ganja dan miras merupakan hasil operasi gabungan antara pemerintah, TNI, dan Polri selama beberapa bulan belakangan.

“Dengan hari ini, berarti kami sudah dua kali melakukan pemusnahan,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Pemusnahan sebelumnya, kata Lienda, dilakukan Mei silam. Jumlahnya miras saat itu sebanyak 5.081 botol. Bila dijumlahkan, selama 2019 total ada 11.775 botol miras yang dimusnahkan. “Kalau 2018, ada sekitar 10 ribuan botol. Berarti jumlah botol yang berhasil dijaring operasi naik,” terang mantan Camat Pancoranmas itu.

Dirinya menjelaskan, salah satu naiknya jumlah barang bukti miras, lantaran intensitas razia meningkat. Hampir setiap bulan, dari Mei hingga Desember, operasi dilakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan.

“Sebelumnya hanya sekali sebulan. Perbandingannya mungkin 25 persen meningkatnya ya. Titik peredaran minuman beralkohol di Kota Depok tersebar cukup merata, khususnya di wilayah Pancoranmas, Sukmajaya, hingga Sawangan,” tandasnya.

Di lokasi yang sama, Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andriansyah menuturkan, jumlah kasus pidana yang disebabkan oleh peredaran atau akibat mengkonsumsi miras, sekitar 20 hingga 30 persen dari rata-rata kasus yang ditangani.

“Misalnya tawuran, perkelahian, pembunuhan, hingga begal. Biasanya mengonsumsi miras dulu atau narkotika,” katanya

Lebih jauh, Azis mengatakan, pihaknya memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi permasalahan gangguan keamanan. Misalnya dengan membagi beberapa masalah ke dalam tiga jenis, yaitu potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata.

“Nah beredarnya miras ini menjadi potensi gangguan, karena beredarnya miras ini dan dikonsumsi maka akan menimbulkan ganguan nyata misalnya kejahatan,” pungkasnya. (jun)

 

Data Pemusnahan :

Barang yang dimusnahkan

– Ganja

– Botol minuman keras (miras)

 

Jumlah yang dimusnahkan

– Ganja sebanyak 56 Kg

– Miras sebanyak 6.694 botol

 

Waktu razia

– Kurun Mei 2019 sampai Desember 2019

– Dilakukan dua sampai tiga kali dalam sebulan

 

Hasil razia Januari sampai Mei 2019

– Miras sebanyak 5.081 botol

 

Titik rawan

– Pancoranmas

– Sukmajaya

– Sawangan

 

Tindak pidana akibat miras dan narkoba

– Tawuran

– Perkelahian

– Pembunuhan

– Begal

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)