Beranda Metropolis Abah Matul Ubah Paralon Menjadi Karya Seni : Dari Motif Kupu-kupu hingga Wayang (3-Habis)

Abah Matul Ubah Paralon Menjadi Karya Seni : Dari Motif Kupu-kupu hingga Wayang (3-Habis)

0
Abah Matul Ubah Paralon Menjadi Karya Seni : Dari Motif Kupu-kupu hingga Wayang (3-Habis)
BERKREASI: Dari bongkahan paralon, Abah Matul mengubah paralon menjadi berbagai kreasi seperti motif burung, tumbuhan, hingga tokoh kartun. Jika diamati hasil karya Abah Matul mirip patung suku Asmat di Papua. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK
keratif dari barang bekas abah matul
BERKREASI : Dari bongkahan paralon, Abah Matul mengubah paralon menjadi berbagai kreasi seperti motif burung, tumbuhan, hingga tokoh kartun. Jika diamati hasil karya Abah Matul mirip patung suku Asmat di Papua. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

Pipa paralon lazimnya dipakai untuk mengalirkan air. Namun, di tangan Abah Matul (27) paralon ia ubah menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi.

Laporan: Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Iseng-iseng bermanfaat menjadi buah karya yang rutin dihasilkan di tangan Abah Matul. Awalnya ia bentuk dan melukis di sebuah paralon, ternyata hasilnya cukup bagus. Hingga ia terus bereksperimen, dan karyanya memiliki nilai ekonomi.

Setahun lalu, Abah Matul memutuskan untuk memproduksi lampu hias dari paralon dalam jumlah banyak.

“Kemudian saya pasarkan lampu hias tersebut lewat media sosial facebook, dan instagram. Sejak saat itu mulai banyak pesanan,” terang Abah Matul.

Pria yang tinggal di Jalan Pekapuran RT01/06 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos itu mengatakan untuk lampu hias paralon dipilih yang tembus. Paralon yang sudah dipilih lalu dipotong dengan ukuran 30-50 cm atau tergantung pesanan.

Setelah dipotong kemudian dilukis motif kupu-kupu, burung, juga bunga. Ada juga bentuk kaligrafi, tokoh wayang maupun kartun.

Setelah dilukis, paralon kemudian dilubangi dengan menggunakan besi panas mengikuti bentuk lukisan. Lalu, pada tahap akhir memasang bola lampu di tengah paralon.

“Semakin rumit motif, pembuatan membutuhkan waktu lebih lama. Pembuatannya butuh ketelitian dan ketelatenan. Butuh kesabaran karena ini karya seni,” terangnya.

Lampu hias karya Abah Matul dijual dengan harga bervariasi. Harga tersebut bergantung pada kerumitan motif yang ada pada lampu hias. Diakui bapak satu anak ini, peminat lampu hiasnya mulai banyak yang memesan. “Kami jualan via online, jika ada yang pesan langsung kita kerjakan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)