Atlet Muayhtai Kota Depok ke PON 2020

In Depok Sport, olahraga
atlet muaythai depok menuju PON 2020
PRESTASI : Atlet muaythai Kota Depok, Ryan Reinaldi berfoto bersama juara 1 dan 3 setelah melewati seleksi untuk pra-PON 2020. Lokasi pertandingan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ryan Reinaldi berhasil merebut medali perak setelah melewati kualifikasi pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 untuk olahraga muaythai. Kemenangan ini membawa Ryan mewakili Jawa Barat menuju PON 2020 Papua. Pra-PON merupakan ajang pertandingan yang akan menyeleksi atlet-atlet terbaik dari tiap Provinsi untuk menuju ke pertandingan di PON.

“Tidak semua atlet yang mengikuti pra-PON dapat lolos dan maju ke babak selanjutnya. Saya bersyukur Ryan dapat melalui tahap ini dan mewakilkan Jawa Barat di PON 2020 di Papua,” ujar Ketua Pengurus Cabang dan pelatih olahraga muaythai, Andri Zikri kepada Radar Depok.

Andri menuturkan, kemenangan ini merupakan suatu kebanggaan, karena yang berhasil lolos untuk mewakili Jawa Barat hanya satu orang yang berasal dari Kota Depok. Bahkan Ryan sudah menjadi atlet prioritas untuk Jawa Barat.

“Ryan sudah melewati banyak pertandingan muaythai, diantaranya Pekan Olahraga Daerah (Porda), Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Liga Nasional (Liganas), Pra-kualifikasi selekda Jawa Barat. Alhamdulilah selalu mendapatkan juara satu,” tutur Andri.

Andri mengatakan, kegagalan Ryan meraih medali emas di Kualifikasi Pra PON 2020, karena di semi final mengalami cedera yang menyebabkan hanya bisa memainkan satu ronde, dan hanya bisa memboyong medali perak.

Selain mengungkapkan kebanggannya terhadap anak didiknya yang berhasil melaju ke PON 2020 Papua, Andi mengutarakan kegundahannya untuk menyambut kejuaraan selanjutnya. Ia menekankan perhatian dari Komite Olahraga Nasional (KONI) Kota Depok yang dinilainya masih kurang dari segi bantuan biaya.

“Dengan adanya prestasi ini, saya berharap KONI lebih memperhatikan para pelatih dan para atlet khususnya dalam bentuk anggaran untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan, baik di daerah maupun ditingkat nasional,” tegas Andri.

Ia mengatakan, pada 26-29 Desember 2019, Andri akan membawa 10 atlet ke Cirebon untuk mengikuti pertandingan Kejuaraan Daerah (Kejurda) se-Jawa Barat 2019. Namun terhalang masalah biaya. Andri mengkhawatirkan jika hal ini terus berlanjut, Kota Depok bisa kehilangan atlet-atletnya yang potensial dan berprestasi.

“Hasil dari Kejurda Jawa Barat ini, untuk atlet yang menang maupun tidak menang akan tetap dimasukkan ke Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) untuk Porda 2022. Jadi memang harus diikuti untuk semua atlet,” tutur Andri.

Andri berharap, kedepannya KONI Kota Depok lebih memperhatikan untuk kesejahteraan para atlet dengan memberikan bantuan dan dukungan secara nyata, terutama untuk anggaran ketika mengikuti kejuaraan-kejuaran.

“Kami para pelatih khususnya saya, mengharapkan KONI Kota Depok dapat lebih maksimal dalam memberikan dukungan untuk para atlet, karena atlet yang ada di Kota Depok memiliki potensi yang besar dan berprestasi,” tutup Andri. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...
Ridwan kamil ke depok terus

Dibutuhkan 150 Tempat untuk Vaksin 1,4 Juta Warga Depok

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
Vaksin kota depok seminggu

Ditargetkan Uji Klinis Vaksin Tahap Pertama di Depok Selesai 15 Hari

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu