Beranda olahraga Depok Sport Atlet Sepak Takraw Depok Peroleh Emas di PON

Atlet Sepak Takraw Depok Peroleh Emas di PON

0
Atlet Sepak Takraw Depok Peroleh Emas di PON
SEMANGAT : Atlet perempuan Persatuan Sepak Takraw Indonesia Kota Depok, Dina Shintiya peroleh medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). FOTO : ISTIMEWA
Atlet takraw juara pon
SEMANGAT : Atlet perempuan Persatuan Sepak Takraw Indonesia Kota Depok, Dina Shintiya peroleh medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Atlet perempuan dari sepak takraw Kota Depok, Dina Shintiya pada awalnya hanya coba-coba mengikuti kegiatan olahraga tersebut karena diajak oleh temannya. Setelah beberapa kali latihan, ia mulai mencintai olahraga ini dan mulai rutin mengikuti latihannya setelah libur akhir  Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 9, tahun 2012. Bahkan setelah rutin berlatih dan mengikuti kejuaraan-kejuaraan, seperti Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2014 berhasil mendapatkan medali perak di nomor double, Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 mewakili Jawa Barat berhasil membawa pulang medali emas di nomor tim, dan Porda 2018 kabupaten Bogor berhasil mendapatkan perunggu.

Ia mengaku melihat potensi yang baik di olahraga sepak takraw ini. Rencana awalnya dengan mengikuti banyak event-event sepak takraw dan menang.

“Awalnya karena saya hanya coba-coba ikut, jadi latihannya masih sering bolos. Tapi lama kelamaan setelah saya melihat jika olahraga ini bagus dan kesempatan mengikuti event-event olahraga cukup besar, akhirnya saya tertarik dan mulai suka dengan olahraga ini,” tuturnya pada Radar Depok.

Ia menambahkan, menjadi atlet sepak takraw tidak mudah. Banyak suka duka yang ia lalui selama menjadi atlet. “Semenjak jadi atlet sepak takraw saya jadi bisa kemana-mana dan bertemu dengan orang baru. Selain itu, bisa melihat potensi lawan seperti apa dan mengukur kemampuan diri dari setiap pertandingan,” ujarnya.

Selain itu, resiko selama pertandingan seperti cedera juga menjadi poin yang harus diperhatikan. Ia mengungkapkan jika latihan juga bisa menimbulkan kejenuhan dalam diri.

“Males dan jenuh juga suka terasa beberapa kali. Tapi saat teman mengajak latihan tiba-tiba rasa males itu perlahan menghilang. Selain itu ada rasa iri jika teman-teman atlet bisa lebih dari yang saya bisa. Lama kelamaan sepak takraw jadi rutinitas penting,” tambahnya.

Dina berharap agar kedepannya atlet sepak takraw bisa regenerasi dan terus berkembang. Semakin banyak anggota baru calon-calon atlet sepak takraw yang ikut bergabung. Ia mengharapkan bantuan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Depok untuk menyosialisasikan olahraga sepak takraw di beberapa sekolah yang ada di Kota Depok karena masih jarang peminatnya, bahkan dibeberapa sekolah ada yang tidak mengenal olahraga sepak takraw.

“Semoga olahraga ini dapat lebih berkembang dan bisa menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang bisa mengharumkan nama Kota Depok ditingkat daerah maupun ditingkat nasional,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)