Bebas Denda Pajak Tersisa Tujuh Hari

In Metropolis
bebas denda pajak
AYO BAYAR PAJAK : Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Depok 1 Sukmajaya, N Ida Hamidah menunjukkan brosur program pembebasan sanksi administrasi dan diskon PKB, mulai 10 November hingga 10 Desember. FOTO : IVANNA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program pembebasan sanksi administrasi dan diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), tersisa tujuh hari lagi. Program dengan double untung tersebut telah dimulai sejak 10 November, dan akan berakhir 10 Desember 2019.

Masyarakat bisa memanfaatkan program tersebut untuk membayar pajak kendaraan. Selain menguntungkan, program ini juga sangat meringankan beban masyarakat dalam membayar pajak.

“Bila masyarakat menunggak pajak lima tahun karena sibuk atau lupa, maka hanya perlu membayar pajak kendaraan bermotor empat tahun saja. Yang lima tahun sanksi administrasinya gratis, dan satu tahun PKB-nya juga gratis,” ucap Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Depok 1 Sukmajaya, N. Ida Hamidah kepada Radar Depok, Senin (2/12).

Ida menyebutkan, program tersebut berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 973/443 Bapenda 2019, dan telah mendapatkan surat resmi dari Walikota Depok Nomor: 973/551 BKD tentang pemberian pengurangan pokok atau pembebasan sanksi administrasi berupa denda pajak kendaraan bermotor.

Saat ini, progres yang didapat sudah mencapai Rp8 miliar, dari target Rp13,665 miliar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Walikota Depok serta jajaran, karena mendukung penuh program Gubernur Jabar. Ini target kami yang sungguh luar biasa besarnya,” tegas Ida.

Selain itu, Samsat menggelar roadshow dengan diadakannya pelayanan di beberapa titik kecamatan. Seperti di kecamatan Tapos, Beji dan Pesona Square Mall dengan disiapkannya armada berupa mobil Samsat keliling. Pelayanan tersebut memiliki jam operasional hampir 24 jam termasuk di hari sabtu dan minggu.

“Hari minggu buka ini kaitan dengan car free day, jadi kita memasuki kecamatan sukmajaya dan melaksanakan pelayanan mobil samsat keliling dari pagi sampai jam 12 siang. Malam minggu di GDC, hari Sabtu ada juga, hampir 24 jam pelayanan. Hari sabtu kami setiap ada kegiatan, misalnya di kecamatan kita di minta untuk ada pelayanan kepada masyarakat kita datang,” terangnya.

Saat ini, Samsat masih melakukan upaya dalam pendataan penlusuran dalam kendaraan mewah. Karena masih banyak warga Depok yang belum membayar pajak untuk kendaraannya. Ida berharap dengan diadakannya program ini, masyarakat bisa membayar pajak kendaraan bermotor. Karena saat ini masih banyak masyarakat Depok yang belum memenuhi kewajibannya sebagai pengendara.

“Upayanya semua pegawai setelah pelayanan termasuk saya turun gunung juga bersama struktural lainnya, kita sekarang mendata penelusuran kendaraan mewah. Karena masih banyak di Depok ini yang memiliki kendaraan bermotor mewah, jika pajaknya hingga 4 tahun itu kalau dijumlahkan sampai Rp137 juta,” tandasnya.

Jika program ini tidak berlaku pengendara bisa lebih mahal untik membayar denda. Karena satu bulan bisa dua persen dendanya. (rd)

 

Jurnalis : Ivanna Yustiani

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Reza Indragiri Amriel.

Waspada Kriminalitas Mewabah di Depok

Reza Indragiri Amriel.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Satu persatu tidak kriminalitas mulai tumbuh di Kota Depok. Di

Read More...
mohammad idris baju ungu

Ada 40.423 KK yang Terima Bantuan di Depok

Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebanyak 40.423 Kepala

Read More...
warga depok terkena virus

Data IDI : Di Indonesia 1.000 Orang Meninggal Terkait Korona

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Data pasien positif Korona yang meninggal antara yang diumumkan Pemerintah berbeda dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu