Beranda Utama BKSP Jabodetabekjur Fokus Tiga Poin

BKSP Jabodetabekjur Fokus Tiga Poin

0
BKSP Jabodetabekjur Fokus Tiga Poin
TEKEN MoU: Walikota Depok Mohammad Idris melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, di Ruang Pola Bappeda Lantai 2 Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. FOTO : ISTIMEWA
Idris tanda tangan transportasi jabodetabekjur
TEKEN MOU: Walikota Depok Mohammad Idris melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, di Ruang Pola Bappeda Lantai 2 Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur, di Ruang Pola Bappeda Lantai 2 Balaikota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Perjanjian kerjasama tersebut, di antaranya peningkatan kualitas udara bersih, pembangunan dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau, serta Pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi ketahanan pangan yang terintegrasi.

Walikota Depok Mohammad Idris mengaku, kerjasama tersebut sebagai bentuk kolaborasi antar pemerintah daerah. Salah satunya penanganan polusi udara untuk efisiensi ekonomi kesehatan dan lingkungan.

MoU ini juga sebagai komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyelesaikan berbagai persoalan metropolitan dan daerah sekitarnya, guna membangun sinergitas yang positif antarwilayah.

“Pak Anies tetap komitmen dan konsisten dalam menyelesaikan berbagai persoalan metropolitan,” ungkap Idris.

Semangat tersebut tampak pada kalimat yang diungkapkan Anies Baswedan. Yaitu meskipun ibukota negara dipindah, namun persoalan-persoalan Jakarta dan sekitarnya tidak bisa dipindahkan.

“Kami di daerah juga tetap semangat dan konsisten dalam menyelesaikan setiap persoalan. Di antaranya sanitasi kesehatan udara, sampah, reservasi situ, hingga air tanah secara paripurna,” tegas Idris.

Selain Idris, rapat paripurna ini diikuti sejumlah kepala daerah se-Jabodetabekjur. Termasuk perwakilan dari tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, polusi udara tidak mengenal batas wilayah. Maka itu, kerjasama harus semakin intensif terutama di aspek-aspek yang menyangkut lintasa wilayah.

“Soal transportasi, lingkungan hidup, apalagi sekarang temanya tentang penanganan polusi udara, karena polusinya tidak mengenal batas wilayah,” tutur Anies.

Anies mengatakan, terdapat tiga kesepakatan yang dihasilkan dalam rapat dengan tema Kolaborasi Penanganan Polusi Udara untuk Efisiensi Ekonomi, Kesehatan, dan Lingkungan ini. Kesepakatan pertama adalah pengembangan dan pemanfaatan sistem informasi ketahanan pangan yang terintegrasi di wilayah Jabodetabekjur.

Kesepakatan kedua, menurut Anies, adalah pengelolaan Park and Ride di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, serta dan ketiga, pengelolaan Park and Ride di kawasan Bulan-bulan Kota Bekasi.

“PR-nya masih banyak. Ada beberapa rencana kerja yang nanti harus dituntaskan di dalam pembahasan BKSP berikutnya,” ujar Anies.

Anies menyatakan kawasan Jabodetabekjur merupakan penggerak ekonomi nasional walau nantinya ibu kota dipindah ke Kalimantan Timur. Dia berharap tiap daerah di kawasan ini bisa bekerjasama lebih intensif ke depannya.

“Kita nanti berharap di dalam pembahasan tahun 2020, kita bisa secara serius mengantisipasi ini,” jelas Anies. (rd/net)

 

Jurnalis : Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)