Beranda Metropolis Boleh Berbangga, Pradi : Kemiskinan Depok Terendah

Boleh Berbangga, Pradi : Kemiskinan Depok Terendah

0
Boleh Berbangga, Pradi : Kemiskinan Depok Terendah
BERBANGGA : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (kiri) saat menghadiri Kaji Banding Program Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Provinsi Bali, di Kantor Pemerintah Provinsi Bali, Selasa (17/12). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
wakil walikota depok, pradi supriatna di bali
BERBANGGA : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (kiri) saat menghadiri Kaji Banding Program Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Provinsi Bali, di Kantor Pemerintah Provinsi Bali, Selasa (17/12). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Melihat data ini, Kota Depok boleh berbangga. Pasalnya di Jawa Barat, Kota Sejuta Maulid menjadi daerah dengan angka kemiskinan paling rendah.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, merujuk data 2018, diketahui angka kemiskinan di Depok sebesar 2,14 persen. Sementara di Jawa Barat, secara umum masih berada di kisaran 7,25 persen. Itu data per September 2018.

“Kalau data (di Jawa Barat) pada Maret 2019 sudah turun menjadi 6,91 persen. Trennya terus menurun. Kemiskinan Depok memang paling rendah. Sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Depok saya bersyukur,” ungkapnya kepada Radar Depok saat menghadiri Kaji Banding Program Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Provinsi Bali, di Kantor Pemerintah Provinsi Bali, Selasa (17/12).

Meski demikian, kata Pradi, Pemkot Depok tentu tidak akan tinggal diam. Kemiskinan akan terus ditekan. Tentunya dengan program-program nyata di masyarakat. “Kalau di Provinsi Bali (angka kemiskinan) 3,91 persen pada September 2018,” bebernya.

Dikatakannya, ada sejumlah indikator yang memengaruhi persetanse kemiskinan Kota Depok terendah. Antara lain tingkat pendidikan yang baik, kemajemukan masyarakat sehingga memunculkan kompetisi yang sehat di Depok.

“Kemudian dukungan pemerintah memberi pelatihan ke warga. UMKM di Depok juga berkembang pesat, banyak koperasi sehat yang diverifikasi setiap tahun, hingga aneka ragam budaya dan kuliner yang mempuntai nilai sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, tambah dia, guna menekan status kemiskinan, kemandirian daerah sangat penting demi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Masyarakat juga harus mengembangkan kreativitas dan inovasi dan didukung pula oleh pemerintah.

“UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, sebagai sarana untuk mengentaskan kemiskinan, sarana meratakan tingkat perekonomian rakyat, serta memberikan devisa negara. Dari peranan tersebut tentu pemberdayaan UMKM menjadi solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Maka kami akan terus mendorong berbagai kegiatan untuk pemberdayaan ekomomi di Depok,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)