Cerita 2019 : 6 Tokoh Tutup Usia Karena Kanker

In nasional

RADARDEPOK.COM – Kesehatan Dunia (WHO) dan (Globocan 2018) menyebutkan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 348.809 kasus kanker baru. Sedangkan angka kematian akibat kanker mencapai 207.210. Hal ini disebabkan karena sebagian besar (sekitar 65 persen) pasien datang saat stadium sudah lanjut sehingga penanganannya lebih bertujuan untuk peningkatan kualitas hidup atau paliatif dibandingkan dengan tujuan mengontrol tumor dan mencegah penyebaran/kuratif.

Padahal, lebih dari 40 persen kasus kanker dapat dicegah dan sepertiganya dapat disembuhkan bila terdeteksi dini.

Deteksi sedari dini, skrining dan diagnosis kanker ini memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan kanker. Jika terdeteksi dini dan ditambah dengan pengobatan yang tepat, maka memiliki peluang hidup lebih yang lebih tinggi dibandingkan dengan kanker yang diketahui pada stadium lanjut. Tidak hanya meningkatkan angka harapan hidup, diagnosis atau mengetahui penyakit kanker secara dini juga mengurangi biaya perawatan hingga 2-4 kali lebih murah dibandingkan dengan pasien yang didiagnosis pada stadium lanjut.

Pengamat Kesehatan dari Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis menjelaskan kanker yang diderita para tokoh umumnya disebabkan gaya hidup. Saat ini pola konsumsi makanan tak terkontrol sempurna, sehingga bumbu penyedap, perasa dan zat karsinogenik lainnya tidak terkontrol.

“Oleh karena itu kanker akan banyak bukan hanya tokoh tetapi juga masyarakat umum juga tinggi sesuai Riskesdas 2018,” ujarnya.

Siapa saja tokoh yang berjuang melawan kanker dan tutup usia di tahun 2019?

1. Ustad Arifin Ilham

 

Penceramah Ustad Arifin Ilham tutup usia pada 22 Mei 2019 di Penang Malaysia saat tengah menjalani tahapan pengobatan atas kanker getah bening yang dideritanya. Almarhum sempat bolak balik dirawat di Rumah Sakit di Penang, Malaysia dalam setahun terakhir sebelum maut menjemputnya.

Sang dai kondang itu berjuang melawan penyakit kanker getah bening stadium IV yang dideritanya. Almarhum selanjutnya dikebumikan di daerah Bogor, Jawa Barat. Kanker getah bening adalah jenis kanker ganas yang menyerang sistem limfatik maka sering disebut dengan limfoma. Sistem limfatik merupakan satu bagian penting dari sistem pertahanan tubuh yang memiliki tugas penting dalam membentuk barisan pertahanan guna melawan keberadaan infeksi maupun kanker.

 

2. Ani Yudhoyono

 

Istri Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni karena penyakit leukemia. Almarhumah melawan kanker darahnya selama 4 bulan di Singapura sejak 2 Februari 2019 dan berakhir pada tanggal 1 Juni 2019.

Leukemia menyerang sumsum tulang, limfoma menyerang kelenjar getah bening dan myeloma menyerang sel plasma. Leukemia bisa terjadi secara akut dan umur harapan hidup pasien leukemia kronik lebih baik dari pada leukemia akut. Sang flamboyan selanjutnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

 

3. George Toisuta

 

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta meninggal dunia pada Rabu 12 Juni 2019 di, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. George Toisutta terbaring sakit di RSPAD Gatot Soebroto karena kanker usus yang dideritanya. Dia meninggal pada usia 66 tahun. Jenderal TNI George Toisutta adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan Darat serta mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak tanggal 29 November 2009 hingga 30 Juni 2011. Sebelumnya ia menjabat sebagai Panglima Komando Strategi Angkat Darat (Pangkostrad) yang menjabat sejak 2007 hingga tahun 2009.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menjelaskan gejala yang timbul pada pasien kanker usus antara lain buang air besar berdarah, pola defekasi yang berubah baik mudah diare atau sembelit secara bergantian, sakit perut berulang, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas bahkan apabila teraba benjolan di perut. Pemeriksaan kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk menemukan kanker usus. Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat.

 

4. Sutopo Purwo Nugroho

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia akibat kanker paru-paru yang diidapnya. Sutopo menghembuskan napas terakhirnya di Guangzhou, China, pada Minggu 7 Juli 2019. Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia setelah melawan kanker paru stadium 4B selama hampir 2 tahun. Tak hanya perokok, ternyata kanker paru juga bisa menyerang siapa saja. Sebab sosok Sutopo bukan perokok. Kanker paru adalah adanya sel abnormal di paru yang membelah atau multiplikasi secara tak terkontrol. Stadium 4B artinya sudah ada penyebaran ke beberapa area pada organ tubuh di luar paru.

Sutopo Purwo Nugroho saat memeriksakan diri lalu divonis mengidap kanker paru stadium 4. Gejala kanker paru yang umum adalah batuk berdarah, suara serak, nyeri dada, dan berat badan turun. Selanjutnya almarhum disemayamkan di rumahnya di Depok, Jawa Barat dan dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah.

 

5. Arswendo Atmowiloto

 

Sastrawan dan budayawan Arswendo Atmowiloto meninggal dunia di usia 70 tahun. Arswendo meninggal setelah melawan kanker prostat yang membuat kondisinya terus menurun. Arswendo meninggal dunia hari Jumat 19 Juli pukul 17.50 di rumah Kompleks Kompas Jalan Damai, Pesanggrahan, Jakarta. Jenazah pria bernama lengkap Paulus Arswendo Atmowiloto itu disemayamkan di Rumah Duka, Komplek Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Almarhum dimakamkan di Sandiego Hill, Karawang.

Sejak dua bulan terakhir kondisi Arswendo memang menurun. Dia juga sempat 2 kali menjalani operasi prostat. Nama Arswendo lebih dikenal karena nama besarnya di balik Keluarga Cemara yang dipeloporinya.

 

6. Agung Hercules

 

Komedian Agung Hercules meninggal dunia di RS Dharmais, Kamis 1 Agustus akibat kanker otak yang dideritanya. Agung Hercules memang sudah setahun terakhir terbaring sakit. Terakhir, Agung Hercules sempat menjalani pengobatan di RSUD Kota Tangerang. Agung divonis menderita sakit kanker otak jenis Glioblastoma yang sudah mencapai stadium 4.

Dari sisi medis, kanker jenis Glioblastoma adalah salah satu jenis yang paling ganas. Kanker ini terbentuk dari sel di otak dan dimulai di serebrum, bagian otak terbesar pada orang dewasa. Sekitar 1 dari 5 tumor yang dimulai di otak adalah glioblastoma. Laki-laki cenderung lebih banyak daripada perempuan. Agung Hercules selanjutnya dikebumikan di daerah Parakan Saat, Antapani, Bandung, Jawa Barat. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Ridwan kamil ke depok terus

Dibutuhkan 150 Tempat untuk Vaksin 1,4 Juta Warga Depok

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
Vaksin kota depok seminggu

Ditargetkan Uji Klinis Vaksin Tahap Pertama di Depok Selesai 15 Hari

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
relawan pradi afifah bergerak

Relawan Pradi-Afifah Pancoranmas Aktif Bergerak

KERJA NYATA : Mamat Labet (kiri) sedang memasang spanduk pasangan Pradi-Afifah di Kecamatan Pancoranmas. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu