cijago tawar murah harga tanah
GADUH : Tim Aprraisal sedang menyosialisasikan harga yang ditawarkan yang dihadiri Camat Limo Zaenudin dan Lurah Krukut Rohman Tohir, di Balai Desa Beji, Rabu (11/12). Pemilik lahan menolak yang ditawarkan. FOTO : LULU/RADAR DEPOK
cijago tawar murah harga tanah
GADUH : Tim Aprraisal sedang menyosialisasikan harga yang ditawarkan yang dihadiri Camat Limo Zaenudin dan Lurah Krukut Rohman Tohir, di Balai Desa Beji, Rabu (11/12). Pemilik lahan menolak yang ditawarkan. FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ratusan pemilik lahan di Kelurahan Krukut, Limo Kota Depok sepakat menolak harga yang ditawarkan appraisal Tol Cinere-Jagorawi (Cijago). Keputusan tersebut menyusul penawaran harga kepada 444 bidang lahan Krukut, terlalu rendah. Malah, jalannya penawaran di Balai Desa Kecamatan Beji sempat berlangsung gaduh, Rabu (11/12). Akhirnya, pertemuan musyawarah penawaran harga ditunda.

Ketua RT4/1 Kelurahan Krukut, Nemah mengaku, kecewa dengan penetapan harga yang ditawarkan tim appraisal, yang tidak ada setengah dari perkiraannya. Ibu berhijab ini memiliki tanah seluas 210 meter persegi berikut rumah. 25 meter miliknya tidak dihitung karena masuk jalan.

“Jadi tanah saya yang dibayar hanya 185 meter dengan harga Rp3,5 juta per/meter dengan bangunannya. Jelas itu sangat jauh dari estimasi saya yang mengharapkan Rp10 juta meter dan bangunan,” kata Nemah kepada Harian Radar Depok, Rabu (11/12).

Penolakan juga disampaikan pemilik lahan di RT1/1 Krukut, Roni Ibrahim. Menurut dia, penetapan harga tanah dari tim appraisal Tol Cijago, sangat jauh dari harga pasaran tanah di wilayah Kelurahan Krukut. Selama tidak ada kenaikan harga secara signifikan. Maka proses pembebasan lahan tol Cijago bakal terhambat. “Warga sudah sepakat menolak harga yang ditawarkan. Warga pasti akan terus bertahan, ” kata Roni Ibrahim.

Pegawai Kantor Kelurahan Krukut, Hamzah mengaku, sangat memaklumi keberatan warga terkait besaran nilai kompensasi lahan. Karena, nilai pengantian lahan tidak sesuai harapan warga. Dan sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai ganti rugi pembebasan lahan tol Depok-Antasari (Desari), tiga tahun silam.

“Dapat dipahami karena nilai ganti rugi hanya berkisar antara Rp1,4 juta hingga Rp6,7 permeter. Sedangkan idealnya paling rendah Rp5 juta hingga Rp10 juta permeter,” jelasnya.

Kendati ditunda, pada pertemuan musyawarah pertama, warga masih berharap akan ada perubahan harga dan tim apraisal berjanji akan menaikan besaran harga lahan selama lima hari kedepan. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)