Beranda Ruang Publik Dampak Minuman Kemasan Kopi – Boba Bagi Lingkungan dan Kesehatan Tubuh

Dampak Minuman Kemasan Kopi – Boba Bagi Lingkungan dan Kesehatan Tubuh

0
Dampak Minuman Kemasan Kopi – Boba Bagi Lingkungan dan Kesehatan Tubuh

 

Oleh: Siti Amalina

Penulis Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

 

MASALAH sampah plastik di Indonesia selalu menjadi salah satu penyebab pencemaran tanah di Indonesia. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2% secara tahunan (YoY) hanya kalah dari industri pakaian jadi. Banyak dari hasil akhir produk minuman menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Pertumbuhan industri minuman yang sangat pesat tentu saja akan menghasilkan pertumbuhan jumlah sampah plastik yang semakin banyak. Terlebih saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang minim.

Salah satu contohnya yaitu minuman boba yang sedang viral saat ini, banyak brand dari minuman boba tersebut yang berlomba-lomba untuk memasarkan produk mereka, seperti meng-endorse kebanyakan public figure untuk mempromosikan minumam kopi dan boba tersebut. Padahal minuman boba tersebut dikemas dengan menggunakan plastik, penutup plastic bahkan sedotan plastik. Tanpa mereka sadari bahwa gelas beserta tutupnya dan sedotan yang mereka gunakan akan menjadi tumpukan limbah plastik yang sulit terurai di tanah yang pada akhirnya menganggu ekosistem dari tanah. Tidak hanya tanah yang akan terganggu tetapi juga lingkungan sekitar seperti air dan udara, masih sering kita temui masyarakat yang membuang sampah di selokan, sungai, atupun aliran air lainnya yang nantinya akan terbawa ke laut dan merusak biota lauk, banyak ditemui hewan-hewan laut yang mati karena di tubuhnya banyak sampah plastik. Udara juga akan tercemar karna semakin banyak pabrik yang memproduksi gelas plastik dan sedotan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan minuman kopi dan boba tersebut.

Alangkah baiknya jika masyarakat yang mengkonsumsi minuman boba tersebut dapat membawa botol minum sendiri saat memesan minuman boba tersebut. Karena pada era ini sudah banyak kampanye bebas sampah plastik, seperti tidak disediakan sedotan lagi di beberapa tempat makan atau tidak disediakannya lagi kantong kresek di pusat perbelanjaan. Walaupun tidak 100% menekan penggunaan sampah plastik setidaknya Indonesia sudah mengurangi sedikit pengunaan sampah plastik, karena pada kenyataanya masih banyak ditemui penggunaan kantong kresek di pasar swalayan dan gelas plastik di restoran cepat saji. Masyarakat Indonesia memang sebenarnya tidak dapat lepas sepenuhnya dari penggunaan plastic, dapat dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang enggunakan kantong kresek sebagai wadah sampah rumah tangga mereka. Demi mendukung Indonesia terbebas dari sampah plastik seharusnya masyarakat juga lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap sehat.

Selain memiliki dampak buruk yang ditimbulkan bagi lingkungan minuman kemasan kopi dan boba juga memiliki dampak yang tidak sehat bagi kesehatan tubuh. Rasa manis, kenyal dan segar merupakan rasa yang identic dengan minuman boba bahkan banyak masyarakat yang berlomba-lomba mencari boba atau kopi yang sedang viral saat itu. Padahal tahu kah kamu ada banyak masalah kesehatan yang mengintaimu jika kamu terlalu sering mengkonsumsi minuman kopi dan boba?

Karena pada dasarnya kopi mengandung kafein yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan asam lambung dan minuman boba itu sendiri mengandung kalori yang tinggi, bahkan setara makan nasi dengan lauk pauk, misal daging kemudian sayuran. Memang setara, tetapi nilai gizi rendah dan menurut penelitian, varian boba brown sugar mengandung 18,5 sendok teh gula. Padahal kebutuhan gula harian orang dewasa hanya 8-11 sendok teh, sedangkan anak-anak dan remaja 5 sendok teh. Itu sebabnya, risiko obesitas dan diabetes membayangi mereka yang keseringan konsumsi minuman boba.

Risiko yang dapat ditimbulkan apabila mengkonsumsi minuman boba berlebihan yaitu obesitas, mengganggu kesehatan gigi, pemicu sembelit dan diabetes. Ada beberapa tips bagi pecinta boba dan kopi yang masih ingin menikmatinya, kalian bisa memesan  mimuman kopi atau boba dengan sedikit gula atau bahkan tanpa gula, pilihlah boba yang menggunakan susu segar atau rendah lemak, daripada susu kental manis atau creamer non-dairy, Konsumsi bubble tea dalam porsi dan frekuensi yang wajar, Tetap minum air putih dengan jumlah yang cukup dan terapkan pola makan sehat dengan gizi seimbang. (*)