Depok Kebanjiran Pengemis Import

In Metropolis
depok kebanjiran pengemis impor
LAGI AKSI : Salah satu peminta sumbangan import sedang berada di Kelurahan Cisalak, belum lama ini. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Kota Depok saat ini diresahkan dengan kehadiran pengemis impor. Mereka kerap meminta dengan cara memaksa. Setiap sudut Kota Depok pasti warga menjumpai, hingga akhirnya  pengemis bertampang timur tengah itu terekam kamera warganet dan beredar di media sosial (Medsos).

Salah satu warga Cisalak, Jaler Setiawan dia pernah menemui orang berparas timur tengah meminta sumbangan. Untuk meyakinkan warga menurutnya pengemis import tersebut menyertakan foto-foto Negara timur tengah yang sedang mengalami perang.

“Dia meminta sumbangan, bawa foto negara yang sedang perang, alasannya dana yang terkumpul akan dikirim kesana,” kata Jaler kepada Radar Depok, Senin (23/12).

Kasubsi Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kota Depok, Gerry Baringin Situmeang mengaku, terus melakukan pendataan terhadap WNA yang tinggal di Kota Depok. Menurutnya saat ini terdapat 190 Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka, serta pengungsi yang tinggal dan tersebar di Kota Depok.

“Saat ini jumlah pengungsi yang ada di Kota Depok 134 orang, dan pencari suaka terdapat 56 orang. Totalnya 190 orang,” ucap Gerry.

WNA tersebar diseluruh Kota Depok, karena setiap imigran wajib melakukan pendataan, selanjutnya dilaporkan ke direktorat Imigrasi.

“Mereka wajib lapor, setiap kantor Imigrasi wajib melakukan pendataan dan pengawasan,” kata Gerry.

Saat melakukan pendataan ada saja WNA yang tidak memiliki surat lengkap, atau perijinannya bermasalah. Belum lama ini dalam operasi rutin yang dilakukan kantor imigrasi. Pihaknya berhasil mengamankan dua orang WNA yang tingggal di Rumah Susun Lotus Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong.

Di antaranya, WNA asal Pantai Gading bernama George Abe atas dugaan pelanggaran izin tinggalnya melebihi batas waktu yang diberikan. Dan WNA asal Mesir, Ahmed Abdelmonen, karena tidak melaporkan perubahan alamat tempat tinggal.

“Mereka kami amankan. Namun, jika mereka melanggar dan menyalahi izin tinggal, bisa kami deportasi,” kata Gerry kepada Radar Depok.

Terkait maraknya hal tersebut, Kantor  Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok membuka pengaduan melalui nomor telepon +62-812-8923-2368. Masyarakat bisa melapor bila kasus ini terulang di lingkungan.

“Jika ada yang menemukan pengemis bertampang asing bisa melaporkan ke imigrasi, dan segera akan kami tindak lanjuti,” kata Humas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, Rima Wulandari kepada Radar Depok, belum lama ini.

Dia tak menampik, bila masih banyak imigran gelap yang kerap mengemis di kawasan Kota Depok. Mereka diketahui kerap berpindah-pindah sehingga menyulitkan pihak imigrasi untuk mengamankan. “Mereka tidak hanya satu tapi banyak dan berpindah-pindah, sehingga kami membutuhkan laporan warga agar mempermudah kerja imigrasi Depok,” kata Rima. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...
Ridwan kamil ke depok terus

Dibutuhkan 150 Tempat untuk Vaksin 1,4 Juta Warga Depok

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...
Vaksin kota depok seminggu

Ditargetkan Uji Klinis Vaksin Tahap Pertama di Depok Selesai 15 Hari

SIMULASI : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau simulasi vaksin di Puskesmas Tapok, Kecamatan

Read More...

Mobile Sliding Menu