Beranda Satelit Depok Di Depok, Sudah 24 Ular Diamankan

Di Depok, Sudah 24 Ular Diamankan

0
Di Depok, Sudah 24 Ular Diamankan
TANGKAP : Warga berhasil menangkap ular Kobra yang memasuki pemukiman. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
tangkap ular kobra
TANGKAP : Warga berhasil menangkap ular Kobra yang memasuki pemukiman. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Teror ular di Kota Depok tidak hanya terjadi belakangan ini saja. Sejak awal tahun sudah ada temuan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok melansir, dari Januari hingga 18 Desember, sudah ada 24 ular yang diamankan. Baik jenis Kobra ataupun Sanca.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulu Hutauruk, seluruh ular yang diamankan kemudian diserhkan ke komunitas reptil.

“Jadi memang semenjak Januari, kami sudah mengevakuasi ular dengan berbagai jenis. Ada Kobra Jawa dan Sanca,” ungkapnya kepada Radar Depok, Rabu (18/12).

Denny memaparkan, sekali bertelur, induk Kobra dapat menghasilkan 10 sampai 20 telur. Namun tidak semuanya berhasil menetas dengan sempurna. Kemungkinan hanya setengahnya yang berhasil. Setelah itu bayi Kobra menyebar. “Telur tersebut dalam kurun waktu tiga sampai empat bulan akan menetas. Telur diletakan induk di tempat yang tersembunyi, seperti lubang tanah atau tumpukan daun yang lembab,” paparnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan data yang dihimpun, sejauh ini tercatat ada beberapa korban patukan Kobra. Pertama, anak dengan  usia 8 tahun berinisial W, warga Beji pedagang sayur inisial W, lalu warga sukmajaya berinisial AA.

Lebih jauh, Denny menjelaskan, pemerintah kota melalui RSUD Kota Depok sudah berkolaborasi dengan penyedia Serum Anti Bisa Ular (SABU) serta penyuluhan mitigasi yang didalamnya juga ada penanganan non bencana alam. Isinya, memberi sosialisasi evakuasi hewan liar kepada masyarakat.

“Kami diinstruiksikan Walikota agar membuat edaran kepada Camat dan Lurah, guna menginstruksikan warganya untuk terus berjaga dan segera melapor (bila ada temuan) pada petugas,” jelas Denny.

Sementara itu, bocah laki-laki berinisial RAS (8) yang dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok usai digigit ular saat bermain, Sabtu (14/12), kini sudah bisa kembali ke rumah.

Menurut Petugas RSUI, Rony Prakos, RAS sudah pulang, setelah dinyatakan sehat oleh dokter. “Menurut dokter RAS sudah bisa kembali kerumah, dan melanjutkan istirahat di rumah,” katanya.

Seperti diketahui bocah tersebut digigit ular kobra saat bermain bersama teman-temannya di sekitar rumahnya  di Jalan Kemiri Jaya, Kecamatan Beji, Depok. Menurut keterangan, ular Kobra itu ditangkap RAS. Saat mau dimasukkan ke dalam botol bekas minuman, ular mematuk.

Korban digigit di lengannya. Ia kemudian dilarikan ke RSUI Depok. “Korban masuk IGD RSUI pada Sabtu kemarin dan tim medis langsung melakukan penanganan dengan segera memberikan serum anti bisa ular (SABU),” tambah Rony.

Selain diberikan serum anti bisa ular, pasien dibawa ke Pediatric Intermediate Care Unit (PICU) untuk dilakukan optimalisasi pemantauan.

Terpisah, Ketua Lembaga Penyuluhan & Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama Kota Depok, Muhtar Said mengatakan, pihaknya banyak menerima  aduan dari warga terkait menyebarnya ular cobra.

Muhtar menuturkan, selama ini warga melakukan gotong royong untuk meminimalisir penyebaran ular cobra di lingkungannya.  Ia berharap, gotong royong yang dilakukan oleh warga seharusnya dibarengi dengan tindakan pemerintah kota.

“Apabila belum juga melakukan tindakan untuk menghilangkan teror ular kobra di Depok, maka Pemkot Depok bisa dinyatakan telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Karena, mempunyai kebijakan atau tindakan namun tidak melaksanakan kewenangannya itu,” tandasnya. (rd)

 

Rekap Evakuasi Ular hingga Per 18 Desember

Januari : tiga ular

Februari : satu ular

Maret : tiga ular

April : nihil

Mei : satu ular

Juni : lima ular

Juli : tiga ular

Agustus : dua ular

September : dua ular

Oktober : nihil

November : empat ular

Desember : enam ular

 

Upaya Pemerintah Kota Depok

  1. Kolaborasi antara RSUD dengan penyedia Serum Anti Bisa Ular
  2. Ektensifikasi pelayanan penanganan hewan Dinas Damkar dengan tenanga terampil
  3. Penyuluhan Mitigasi Kebencanaan dan Non Kebencanaan (Evakuasi, Penanganan Hewan Liar)

 

Tindakan Saat Digigit Ular

1 membuat bagian yang tergigit tidak bergerak

2 ikan bagian yang terikat

3 beri sinyal darurat kepada orang agar mengetahui

4 segera pergi ke pelayanan kesehatan terdekat

 

Antisipasi Kemunculan Ular

Menjaga kebersihan rumah  (dengan wewangian yang menyengat)

Dan, Hindari meninggalkan makanan bekas dirumah (karena mengundang kehadiran ular)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)