Reses M. Faizin serap aspirasi
RESES : Anggota DPRD Jabar, M. Faizin berfoto dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan per wakilan ketua lingkungan serta masyarakat usai reses di RW8 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Cilodong. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
Reses M. Faizin serap aspirasi
RESES : Anggota DPRD Jabar, M. Faizin berfoto dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan per wakilan ketua lingkungan serta masyarakat usai reses di RW8 Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Cilodong. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam reses I Tahun Sidang 2019/2020 di RW8 Kelurahan Sukamaju Baru, Cilodong, Anggota DPRD Jawa Barat, M. Faizin menjaring sejumlah aspirasi dari warga untuk diperjuangkan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias mengikuti reses saya, banyak usulan yang disampaikan pada forum ini,” tutur M. Faizin kepada Radar Depok, Rabu (4/12).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menguraikan, beberapa poin aspirasi yang dilontarkan, di antaranya terkait sarana pendidikan, warga menginginkan segera dibangun sekolah-sekolah negeri baru, baik tingkat SMP maupun SMA/SMK negeri.

“Terlebih, saat ini menggunakan sistem zonasi. Sehingga, ketersediaan sekolah dan ketercukupan rombel (rombongan belajar) saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) dapat tercukupi serta tidak menjadi polemik tiap tahun,” urainya.

Kemudian, adanya pendampingan atau pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kalangan ibu-ibu dan milenila. Sehingga, tumbuh entrepreneur-entrepeneur baru di Kota Depok yang dapat meningkatkan perekonomian kota.

“Bisa dengan pelatihan wirausaha dan permodalan. Tapi, di sini perlu pendampingan dari hulu hingga hilir, sampai mereka mandiri dan muaranya menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” papar Faizin.

Selanjutnya, kata dewan yang hobi motor besar ini, di sektor infrastruktur jalan pun harus segera dilakukan pelebaran dan penambahan pembangunan serta peningkatan jalan. Selain itu, juga ada yang mengusulkan untuk segera dibangun ruang terbuka hijau (RTH).

“Ini kaitannya untuk sarana interaksi dan hiburan masyarakat, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan,” terangnya.

Faizin melanjutkan, kaitan dengan penanganan penganguuran yang masih tinggi pun tidak boleh diabaikan dan dipandang sebelah mata tanpa ada solusi konkrit.

“Di sini masyarakat meminta dibukanya kesempatan kerja untuk fresh graduate maupun yang lama. Tapi, jika kembali ke konsep pendampingan UMKM, bisa menjadi salah satu solusi,” ucap Faizin. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya