Fashion Show Depok Expo
POSE : Ketua Dekranasda Kota Depok, Elly Farida bersama Sekretaris DPP WPMI, Salfiya Ning Azis, desainer dan model dalam Fashion Show di Depok Expo 2019 di Detos, Minggu (1/12). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
Fashion Show Depok Expo
POSE : Ketua Dekranasda Kota Depok, Elly Farida bersama Sekretaris DPP WPMI, Salfiya Ning Azis, desainer dan model dalam Fashion Show di Depok Expo 2019 di Detos, Minggu (1/12). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wanita Pengusaha Muslimah Indonesia (WPMI) Kota Depok turut memeriahkan Depok Expo 2019, dengan menggelar fashion show bertemakan batik khas Kota Sejuta Maulid di, Detos, Minggu (1/12).

Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok, Elly Farida turut menggelar dialog dan menyaksikan fashion show tersebut. Bahkan, berfoto dengan desainer dan para model.

“Kami dari WPMI berpartisipasi memeriahkan Depok Expo 2019,” tutur Sekretaris DPP WPMI Pusat, Salfiya Ning Azis kepada Radar Depok.

Perempuan berhijab yang akrab disapa Salfi ini menjelaskan, fashion show tersebut bertemakan batik rancangan Erni Silfana dengan brand Ersa Almira Boutique dan hijab oleh Keflar Kynazia Collectio.

“Semua dari DPC WPMI Depok. Kami ingin menyukseskan Depok Expo sekaligus memperkenalkan salah satu kekhasan dari Depok, yakni Gong Sibolong yang menjadi motif dari batik tersebut,” ucap Salfi

Sementara, Erni Silfana menambahkan, dirinya sengaja menggunakan motif batuk Gong Sibolong, karena mencerminkan kekhasan alat musik Kota Depok tersebut.

“Persiapannya singkat, hanya beberapa hari. Kebetulan bahan batiknya sudah ada, tinggal merancang dan menjahit bajunya saja,” kata Erni.

Desain yang ditawarkan owner Ersa Almira Boutique ini untuk kalangan milenial dan ibu muda. Sehingga, konsepnya dapat dipadupandan dengan aksesoris dan busana lainnya.

“Kebetulan saya ikut lomba di Kota Depok  dan menjadi juara kedua dengan tema batik. Saya pun ikut pelatihan dari Dekranasda, tujuan untuk belajar dan mengikuti pelatihan Perindustrian, serta ingin memajukan batik Depok, karena banyak warga yang belum mengetahui batik Depok,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Dekranasda Kota Depok, Elly Farida mengatakan, untuk meningkatkan daya saing dan mengembangkan produk, pelaku usaha harus bisa mengemas produknya semenarik mungkin.

“Jangan band nya ditulis tangan terus di fotocopy, harus dibuat menarik agar orang tertarik dengan produk kita,” kata istri Walikota Depok ini.

Selain itu, komunikasi dan membentuk jaringan pun menjadi keharusan bagi para pelaku UMKM. Sehingga, pemasarannya bisa lebih luas dan produksinya lebih banyak.

“Makanya di Dekranasda dan Pemkot Depok sendiri mengadakan pelatihan, mulai dari produksi, pengemasan dan pemasaran, agar UMKM Depok unggul dan naik kelas,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya