Beranda Ruang Publik Fast Food Tidak Hanya Merusakmu, tapi Juga Lingkungan Tempat Tinggalmu

Fast Food Tidak Hanya Merusakmu, tapi Juga Lingkungan Tempat Tinggalmu

0
Fast Food Tidak Hanya Merusakmu, tapi Juga Lingkungan Tempat Tinggalmu

 

Oleh : Atika Aristia Putri

Peminatan Kesling, S1-4 Kesmas

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

 

PADA zaman yang serba modern ini, banyak masyarakat yang lebih menyukai makanan cepat saji (fast food) karena mudah ditemukan, penyajiannya cepat dan dianggap sebagai makanan kekinian yang harus dicicipi agar tidak dianggap ketinggalan zaman karena belum menyicipi makanan kekinian tersebut. Walaupun mereka tau bahwa betapa berbahayanya sering mengkonsumsi makanan cepat saji, tetapi mereka seakan abai akan bahayanya.

Banyak dampak yang diakibatkan karena mengkonsumsi makan cepat saji, salah satunya adalah kanker, jantung, dan obesitas karena pada makanan tersebut banyak mengandung garam, mengandung jumlah lemak yang besar, tinggi kalori, nutrisi, mineral dan vitamin yang rendah serta terdapat zat aditif di dalamnya. Selain itu, terdapat juga sodium, lemak jenuh, kolesterol, gula, formalin, rhodamine dan metanil yellow pada makanan cepat saji yang dapat memicu banyaknya penyakit di dalam diri manusia.

Mengkonsumsi makanan cepat saji dapat menurunkan imunitas remaja yang sedang mengalami pertumuhan dan perkembangan. Jika system imun berkembang secara tidak maksimal, maka imun tidak mampu melindungi tubuh sehingga ini dapat menyebabkan agen pathogen penyebab penyakit seperti virus, bakteri, kuman dan jamur yang dengan mudahnya menyerang tubuh remaja, akibatnya remaja akan lebih mudah terkena penyakit, baik itu penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi dengan seringnya kita mengkonsumsi makanan cepat saji, maka akan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar kita, karena limbah-limbah pabrik dari perusahaan cepat saji yang di buang tidak pada tempatnya.

Sampah yang berasal dari dapur seperti sisa minyak goreng atau sisa makanan pelanggan merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Limbah (bahan sisa atau buangan) yang dibuang ke lingkungan akan berdampak buruk jika mencapai jumlah tertentu. Limbah yang dibiarkan begitu saja akan mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat di sekitarnya.

Tim CAN (Clean Water Action) menemukan fakta makanan cepat saji menyumbang 49% sampah dari hasil kemasan-kemasannya, bahkan sebanyak 39% diantaranya merupakan produk seperti plastic dan stayrofoam yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk bisa terurai. Kebanyakan sampah-sampah seperti ini berakhir di laut dan membahayakan ekosistem di dalamnya.

Baeberapa bahan baku untuk pembuatan makanan cepat saji berasal dari perkebunan dan peternakan yang berpotensi menggunakan herbisida dan pestisida, keduanya mampu mencemari tanah dan air di sekitarnya. Produksi tanaman rekayasa Genetically Modifed Organism (GOMs) yang dibuat oleh beberapa restoran cepat saji mampu menyebabkan polusi biologis. Ternak untuk menu makanan cepat sajipun ikut menyumbangkan bakteri E.Coli dan bakteri lainnya yang mudah mencemari tanah dan air.

Oleh karena itu, alangkah baiknya kita kurangi mengkonsumi makanan cepat saji agar banyak yang dapat kita selamatkan. Tidak hanya menyelamatkan diri sendiri dari bahayanya penyakit yang didatangkan dari makanan tersebut, tetapi kita juga menyelamatkan bumi dari limbah-limbah yang dihasilkan dari restoran-restoran penyedia makanan tersebut. (*)