darbi kecewa balihonya dicopot
PENJELASAN : Jubir Garbi Chapter Depok, Bramantyo Bontas didampingi Tim Kuasa hukum Garbi saat menggelar prescon di salah satu rumah makan Margonda, Kamis (05/12). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
darbi kecewa balihonya dicopot
PENJELASAN : Jubir Garbi Chapter Depok, Bramantyo Bontas didampingi Tim Kuasa hukum Garbi saat menggelar prescon di salah satu rumah makan Margonda, Kamis (05/12). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) geram dengan penurunan paksa baliho Ketua Garbi Chapter Depok, Bayu Adi Permana di Bilangan Margonda.

Padahal, baliho bertuliskan Kemiskinan, Kemacetan, Pelayanan, Upah Minimum, kesehatan, pendidikan’ yang ditambahkan kalimat ‘Bosan yang lama? Ganti yang Baru’ telah mengurus pembayaran dan perizinannya.

Kepada awak media, Juru Bicara Garbi Chapter Depok, Bramantyo Bontas menuturkan, baliho yang dipasang sejak Selasa (3/12), tetapi  langsung menurunkan baliho tersebut esok harinya.

“Rabu sudah diturunkan, padahal kami sudah membayar dan mengurus izin ya,” tutur Bram – sapaannya- saat menggelar prescon di salah satu rumah makan di Margonda, Kamis (05/12).

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak agency, penurunan baliho bermaterikan aspirasi warga Depok atas permintaan dari Satpol PP Kota Depok.

“Kenapa tidak dari awal saya tidak boleh dipasang, ini sudah dipasang dan perizinan telah ditempuh, tiba-tiba diturunkan, apa tidak zholim namanya,” geram Bram.

Terlebih, sambung Bram, baliho tersebut menyuarakan aspirasi warga Depok. Sehingga, ia pihaknya menilai hal tersebut merupakan preseden buruk terhadap demokrasi dan kebebasan bersuara di Kota Depok.

“Hal  ini menimbulkan pertanyaan di kalangan publik terutama aktivis organisasi masyarakat di Depok,” terangnya.

Ia menambahkan, meski pihak agency bersedia mengembalikan biaya pemasangan baliho. Namun, Garbi tetap menolak dan butuh klarifikasi dari pihak terkait.

“Bukan itu yang kami minta. Kami butuh klarifikasi, kenapa ini diturunkan, Ada apa sebenarnya ini, ada sesuatu yang janggal ini,” pungkasnya.

Sementara, tim Kuasa Hukum Garbi Chapter Depok, Slamet Hasan menegaskan, pihaknya segera mengambil langkah hukum atas insiden tersebut. Baik secara perdata ataupun Tata Usaha Negara (TUN).

“Jika ini dibiarkan tentunya akan berbahaya bagi demokrasi dan kebebasan berekspresi untuk masa depan Depok yang lebih baik,” ucap Slamet. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya