Beranda Metropolis Jalur Cepat Lambat Margonda Masih Banyak Pelanggar

Jalur Cepat Lambat Margonda Masih Banyak Pelanggar

0
Jalur Cepat Lambat Margonda Masih Banyak Pelanggar
BUTUH KESADARAN : Situasi jalur cepat lambat di Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK
pelanggaran di jalan margonda
BUTUH KESADARAN : Situasi jalur cepat lambat di Jalan Margonda, Kecamatan Beji, Depok. FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEJI — Kebijakan jalur cepat lambat di Jalan Margonda, Beji masih dipertanyakan. Pasalnya, masih saja ada kendaraan yang mengambil jalur tidak semestinya.

Dibalik ketidakdisiplinan pengendara. Firmansyah, pengemudi ojek online, menilai kebijakan tersebut bisa dilihat dari dua sudut. Bisa tepat dan tidak.

Tepatnya, kata dia, khusus pengendara motor bisa berjalan sesuai dengan jalannya. Tidak tepatnya, acapkali ada mobil yang memakai jalur motor. Meski memang, kerap pengendara motor juga masuk ke jalur mobil.

“Tidak tepatnya karena kadang mobil suka masuk jalur lambat juga jadi penuh di jalur lambat. Berlaku juga untuk kendaraan bermotor,” ungkapnya kepada Radar Depok, Minggu (15/12).

Firmansyah pun mengaku berusaha untuk mentaati aturan lalu lintas yang ditetapkan pemerintah. Termasuk kebijakan jalur cepat lambat.

“Tetapi ada saja ya namanya pengendara, kalau buru-buru suka masuk jalur cepat,” bebernya.

Kanit Dikyasa dan Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, Iptu Nanang Wahyu Wibowo menegaskan, bila alasan kerena terburu-buru tidak dapat dibenarkan untuk melanggar aturan. “Sudah ada aturannya kalau pengendara tidak boleh berada di kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nanang juga menjelaskan, justru tergesa-gesa dalam perjalanan, akan mencelakai pengendara itu sendiri. Jadi lebih baik waktu keberangkatan harus diestimasi.

“Kami terus memberikan imbauan kepada masyarakat soal jalur cepat-lambat, kalau ketahuan melanggar, kami akan melakukan penindakan,” katanya.

Dirinya mengatakan, jalur cepat lambat juga tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tidak tertib berlalu lintas. “Semua itu berasal dari kesadaran masing-masing,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya