Kapolrestro Depok Dorong Pilkada yang Gembira

In Politika
bawaslu dan Polrestro depok
RAPAT : Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andrisyah selepas menggelar rapat persiapan Pilkada Depok, di Kantor Bawaslu Kota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menghadapi Pilkada 2020 berlangsung jujur, adil dan demokratis. Polri akan mempersiapkan personel khusus yang dibekali kemampuan dan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan, dalam hal ini patroli cyber.

“Di luar itu, kami juga harus kerjasama dengan beberapa instansi, juga satuan atas yang memiliki kemampuan dan kewenangan dalam hal pengawasan dan penindakan terhadap media sosial,” tutur Kapolres Metro Depok, AKBP Azis Andriansyah kepada Radar Depok, belum lama ini.

Karenannya, ia mengajak pegiat medsos untuk menggalakan konten-konten menarik yang dapat membawa persatuan dan kesatuan. Serta membawa pesta demokrasi 2020, benar-benar menjadi pesta yang menggembirakan. Bukan pesta mencekam.

“Karena tidak baik, sampai kapan negara ini diuji terus, dan ada ancaman perpecahan bangsa tiap pemilu. Makanya, mari kita sama-sama menjaga negeri yang kita cintai ini agar makin solid, rukun, persatuan dan kesatuan terjaga, pembangunan nasional berjalan dan Indonesia makin maju seperti yang dicita-citakan,” harap Azis.

Apapun yang ditulis dan diunggah ke media sosial harus memiliki pesan positif, dan bukan untuk menghadap Negara Indonesia maju. Ia melanjutkan, ada beberapa pihak atau aktor yang dapat membuat suasana tidak kondusif, yakni pihak di luar Pilkada dan dari pihak terkait dengan penyelenggaraan Pemilu.

“Untuk pihak terkait penyelenggaran Pemilu, beberapa antisipasi sudah dipaparkan, salah satunya dengan  deklarasi bersama, itu bisa dan nyata. Namun, yang sulit itu aktor di luar penyelenggara pemilu atau pihak ketiga yang memanfaatkan, di sini ada yang berkepentikan dan tidak berkepentingan juga,” paparnya.

Yang berkepentingan pun, sambung Azis, bisa terkait pemilihan, ekonomi dan lainnya, atau tidak berkepentingan dan hanya iseng saja. Sehingga, hal itu bisa dilakukan siapapun dan pihaknya tidak bisa menunjuk aktor A atau aktor B.

“Yang demikian itu, kami menyuarakan ke seluruh lapisan masyarakat dan tidak bisa menuduh ke salah satu pihak, karena siapapun bisa melakukan itu sebagai aktor di belakang media sosial,” ucap Azis. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

DMC bantu wartawan depok

DMC dan JJI Beri Bantuan Wartawan Depok

SALURKAN : Depok Media Center (DMC) menyalurkan bantuan paket sembako dari Jurnalis Jelajah Indonesia (JJI).

Read More...
pengusaha depok berikan rapid test

Pengusaha Asal Depok Donasikan 5.000 Alat Rapid Test

PEDULI : Pengusaha asal Depok, Diana Dewi, saat mendonasikan 5000 alat rapid test ke Pemkot

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Tambah 185 Kasus Positif Virus Korona, DKI Tetap Jadi yang Tertinggi

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Berdasarkan data dari Pemerintah, Senin (20/04) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 185

Read More...

Mobile Sliding Menu